Kompas.com - 04/01/2013, 12:58 WIB
EditorEgidius Patnistik

MANILA, KOMPAS.com - Seorang pria bersenjata menembak mati tiga orang dan melukai sejumlah orang lain ketika ia mengumbar tembakan di pasar yang ramai di Filipina, Jumat (4/1). Ia kemudian ditembak mati di tempat kejadian, kata polisi.

Pria itu mulai menembakkan pistol di pasar kota Kawit, sekitar 40 kilometer di selatan Manila, kata kepala polisi wilayah itu, Jaime Rollon. "Dia tiba-tiba mengamuk. Dia menembak siapa saja, para penonton, para pedagang pasar. Yang pertama terluka adalah salah seorang mertuanya," kata Rollon kepada kantor berita AFP.

Rollon mengatakan, tiga orang dipastikan tewas dan sedikitnya dua orang lainnya terluka. Polisi kini memeriksa sejumlah rumah sakit untuk mengetahui apakah ada korban lain.

Rollon mengidentifikasi tersangka sebagai penduduk lokal bernama Ronald Pae. Namun pihaknya belum mengetahui motif penembakan itu. Ia mengatakan, Pae juga ditembak mati di pasar itu, tetapi tidak jelas siapa yang menembak pria itu.

Penembakan itu terjadi di tengah perdebatan tentang budaya kepemilikan senjata yang tanpa penegakan hukum di negara itu, yang dipicu oleh kematian seorang gadis berusia tujuh tahun yang ditembak di kepalanya saat perayaan pada Malam Tahun Baru. Stephanie Ella dan ayahnya sedang menonton kembang api di luar rumah mereka di pinggiran kota Manila hari Senin ketika peluru, yang ditembakkan seorang yang menyambut datangnya Tahun Baru, menerjangnya.

Kematian itu memicu kemarahan dan kecaman terkait lemahnya penegakan hukum yang memungkinkan ratusan ribu senjata api tidak terdaftar  berada di jalanan negara itu. "Kejadian ini seharusnya tidak hanya menjadi bagian data statistik," kata Wakil Presiden Jejomar Binay dalam menanggapi kematian Ella. "Kami punya undang-udang yang cukup untuk menghukum tetapi masalah selalu pada penegakan hukum."

Rollon mengatakan tidak jelas bagaimana Pae memperoleh senjatanya. Namun ia mengatakan, mudah bagi dia untuk mendapatkan sebuah senjata. "Ada banyak orang yang punya senjata di sini. Ada warga sipil yang memiliki senjata, bahkan tanpa izin resmi untuk memiliki itu. Mereka dapat menemukan jalan untuk itu," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada sedikitnya 1,2 juta senjata api yang terdaftar di Filipina tahun lalu, demikian menurut data kantor polisi bidang senjata api dan bahan peledak. Diperkirakan ada sekitar 600.000 senjata api lain yang tidak punya izin beredar di seluruh Filipina.

 



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X