Kompas.com - 02/01/2013, 10:53 WIB
EditorEgidius Patnistik

JERUSALEM, KOMPAS.com - Pemerintah Israel, Senin (31/12) malam, meresmikan program nasional untuk melatih kaum muda berusia 16 dan 18 tahun bagi perang maya di masa depan di militer dan dinas intelijen. Peluncuran program itu tak lepas dari ancaman yang meningkat dari Iran.

"Ancaman serangan di dunia maya terhadap Israel datang dari Iran dan anasir lain," kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan pada upacara peresmian di Kota Pantai Ashkelon. "Sistem penting kita menjadi sasaran serangan, dan ini akan meningkat saat kita memasuki era digital. Kita akan meningkatkan kemampuan kita guna menanggulangi semua ancaman ini dan membangun sistem pertahanan digital Iron Dome," katanya. Iron Dome merupakan sistem pertahanan rudal yang digunakan Angkatan Udara Israel.

Biro Maya Nasional Israel (INCB), lembaga yang didirikan Netanyahu awal tahun lalu, mengoperasikan program kemampuan tiga-tahun, yang dirancang untuk mengembangkan keahlian dalam bidang sibernetika dan komputer di kalangan murid sekolah menengah yang menonjol dari masyarakat miskin. "Program itu diciptakan dengan prinsip dasar bahwa Israel memiliki modal manusia berkualitas tinggi dan pengertian bahwa pengembangannya akan memenuhi kebutuhan keamanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial," kata pernyataan tersebut. Ia menambahkan, militer, dinas keamanan dan Kementerian Pendidikan mendukung proyek itu.

Keamanan dunia maya telah menjadi prioritas nasional di Israel dalam beberapa tahun belakangan, dan sumber daya penting ditanam pada perlindungan jaringan komputer militer serta sipil negeri tersebut yang digunakan dalam produksi energi serta pabrik.

Dalam satu wawancara langka yang disiarkan Desember lalu di harian Yediot Aharonot, Shin Bet (dinas keamanan Israel), mengungkapkan satuan dunia maya SIGINT telah menggagalkan "sejumlah serangan Iran terhadap jaringan komputer strategis negeri itu selama tiga tahun belakangan". Dengan "meningkatnya ancaman semacam itu", program perang dunia maya bagi pemuda adalah yang paling akhir dari serangkaian gagasan yang bertujuan menempatkan dan merekrut apa yang disebut oleh militer sebagai "pejuang dunia maya".

Dalam menghadapi kekurangan mereka akan sumber daya manusia, para perekrut di bidang militer, telah dikerahkan untuk mencari peretas muda di kalangan masyarakat Yahudi di seluruh dunia yang punya potensi menjadi ahli perang dunia maya. Tujuan kegiatan tersebut ialah untuk membujuk peretas muda itu mengisi posisi yang menggiurkan di sektor swasta dan pindah ke Israel, demikian lapor Yediot Aharonot pada November.

"Sudah jelas bahwa permintaan besar bagi para prajurit di bidang ini hanya masalah waktu. Itulah sebabnya mengapa kita mencari solusi, tidak hanya di sini tapi di luar negeri," kata seorang perwira senior kepada harian itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.