Upacara Kremasi Dijaga Ketat

Kompas.com - 31/12/2012, 04:18 WIB
Editor

New Delhi, Minggu - Jenazah korban pemerkosaan bergilir di India dikremasi dalam sebuah upacara tertutup yang dijaga ketat aparat keamanan India, Minggu (30/12) pagi. Insiden pemerkosaan tersebut telah menimbulkan kemarahan luas dan tuntutan perubahan di negara demokrasi terbesar di dunia itu.

Gadis berusia 23 tahun yang tak diungkapkan identitasnya itu dikremasi dalam sebuah upacara tertutup untuk umum dan media di lokasi yang dirahasiakan. Upacara kremasi itu dilakukan hanya beberapa jam setelah jenazahnya tiba di New Delhi dengan penerbangan khusus Air India dari Singapura.

Perdana Menteri Manmohan Singh dan Ketua Partai Kongres Sonia Gandhi berada di Bandara Delhi untuk menyambut kedatangan jenazah dan keluarga korban, yang tiba sekitar pukul 04.15 waktu setempat.

Korban meninggal di sebuah rumah sakit di Singapura, Sabtu dini hari, setelah dikirim ke sana untuk menjalani perawatan intensif.

Beberapa jam setelah korban meninggal, polisi India mengenakan tuduhan pembunuhan pada enam pria yang menjadi tersangka kasus tersebut.

Juru bicara polisi Rajan Bhagat mengatakan, keenam tersangka menghadapi ancaman hukuman mati kalau terbukti bersalah, dalam kasus yang telah menimbulkan protes di seluruh India dan menimbulkan pertanyaan mengenai sikap longgar polisi pada kejahatan seksual.

Perempuan muda itu dan teman prianya diserang enam pria di sebuah bus sepulang mereka dari menonton film di New Delhi, 16 Desember. Para pria itu memukuli pasangan itu dengan batangan besi dan memerkosa perempuan secara brutal, menyebabkan kerusakan organ yang parah. Keduanya kemudian ditelanjangi dan dilemparkan ke luar bus.

Onggokan kayu api dinyalakan setelah kerabat dan teman-teman korban membacakan doa terakhir pada upacara kremasi di Delhi barat daya. Menurut para kerabat dan sahabat yang datang melayat, korban seharusnya menikah dengan pacarnya dalam beberapa minggu lagi. ”Mereka telah membuat semua rencana pernikahan dan telah merencanakan pesta pernikahan di Delhi, bulan Februari,” kata Meena Rai, seorang sahabat dan tetangga korban.

Setelah kematiannya, ribuan warga India menyalakan lilin, mengadakan doa bersama dan berunjuk rasa di sejumlah kota di India, seperti New Delhi, Mumbai, Bangalore, dan Kalkutta, Sabtu malam.

Para pengunjuk rasa mengungkapkan dukacita mereka dan menuntut perlindungan yang lebih kuat bagi kaum perempuan serta hukuman mati bagi para pemerkosa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.