Kompas.com - 30/12/2012, 17:57 WIB
EditorErvan Hardoko

PORTLAND, KOMPAS.com - Peraih dua medali emas Olimpiade London, Mo Farah (29) mengatakan dia sempat ditahan pihak imigrasi Amerika Serikat karena diduga sebagai seorang teroris.

Anggota tim Olimpiade Inggris itu bahkan sudah menunjukkan dua medali emas raihannya di ajang olahraga akbar itu, namun petugas imigrasi AS tetap tidak menanggapinya.

Farah, yang lahir di Somalia dan pindah ke Inggris bersama ayahnya saat berusia delapan tahun, ditahan imigrasi AS saat hendak menuju ke Portland, Oregon untuk merayakan Natal bersama keluarganya.

Pelari dengan spesialisasi jarak menengah dan jauh ini tahun lalu pindah ke Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan pelatihnya, juara maraton Alberto Salazar, di markas besar Nike.

Meski Farah terkenal di banyak belahan dunia karena prestasi hebatnya, dia mengaku kerap ditahan di bagian imigrasi bandara hanya karena dia dilahirkan di negeri yang dikungkung perang, Somalia.

"Saya tak mempercayainya. Hanya karena saya berdarah Somalia, saya selalu ditahan di semua imigrasi Amerika Serikat," kata Farah kepada The Sun.

"Kali ini saya kebetulan membawa dua medali emas saya. Lalu saya perlihatkan kepada mereka untuk menunjukkan siapa saya, tapi itu tak berpengaruh bagi mereka," lanjut Farah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain kerap ditahan pihak imigrasi, Farah -peraih emas nomor 5.000 dan 10.000 meter- menambahkan dia juga sulit mendapatkan izin tingga di Portland.

"Kami berada di Portland dengan visa turis, jadi saya harus pergi dan kembali masuk ke AS sebagai penduduk," ujarnya.

"Kami lalu terbang ke Toronto (Kanada), tinggal di sana beberapa hari, sebelum kembali ke sini," papar Farah.

"Namun saay kami tiba, kami mendapatkan surat yang isinya mengatakan kami tengah diselidiki karena dicurigai sebagai teroris maka kami harus keluar AS selama 90 hari," tambah dia.

"Kami tak tahu harus bagaimana, sebab kami hanya membawa pakaian untuk empat hari," keluhnya.

Beruntung, pelatih Farah memiliki teman seorang anggota FBI, yang adalah penggemar lari jarak jauh dan mengenal siapa Mo Farah. Akhirnya berkat bantuan sang agen FBI, Farah bisa lepas dari pemeriksaan imigrasi.

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.