Kompas.com - 29/12/2012, 19:25 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

DAVAO CITY, KOMPAS.com -- Konsulat Jenderal RI di Davao City, Filipina, menyatakan bahwa ada seorang warga negara Indonesia (WNI) yang dikabarkan menjadi korban Topan Bopha di Filipina bagian selatan. Korban yang dimaksud bukan orang yang lahir di Indonesia tapi orangtua asal Indonesia.

Demikian penuturan Konjen RI di Davao City, Eko Hartono, di sela penyerahan bantuan dari Pemerintah Indonesia untuk korban Topan Bopha di Filipina, Sabtu (29/12/2012).

WNI yang dimaksud adalah nelayan yang menjadi korban saat melaut bersama 300 nelayan lainnya. "Saat ini ada 8.900 lebih jiwa keturunan WNI yang tinggal di Filipina bagian selatan," kata Eko.

Filipina adalah negara yang menganut asas ius sanguinis dalam hal kewarganegaran. Artinya, meskipun lahir di Filipina, seseorang masih berkewarganegaraan Indonesia bila orangtuanya masih belum beralih kewarganegaraan.

Duta Besar RI untuk Filipina, Krisiarto Legowo menyebutkan ada 1.000 lebih WNI di Manila yang tinggal sebagai pelajar atau profesional. Belum tercatat WNI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Filipina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.