Kompas.com - 28/12/2012, 16:54 WIB
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com — Kemacetan tak selamanya merugikan. Adakalanya keuntungan muncul di tengah kemacetan panjang, seperti yang terjadi di Moskwa, yang merupakan salah satu kota dengan kemacetan terburuk di dunia.

Berdasarkan survei IBM, ibu kota Rusia itu termasuk lima besar kota dengan kemacetan terburuk di dunia. Pengguna jalan di kota ini rata-rata terjebak kemacetan selama 2,5 jam.

Sebanyak 40 persen warga Moskwa mengatakan, mereka pernah terjebak kemacetan hingga lebih dari tiga jam. Namun, kini, para korban kemacetan itu sudah memiliki "obat" penghilang kebosanan. Tablet, laptop, dan gadget lain kini menjadi bagian penting dari sebuah mobil di Moskwa.

Di Rusia, ribuan orang menggunakan situs Yandex untuk mencari titik kemacetan dan memperingatkan pengguna lalu lintas lain terkait kemacetan lalu lintas. Lewat situs itu, para pengendara bertukar kisah, mulai dari lampu lalu lintas yang tak kunjung berubah warna hingga kekonyolan ulah polisi.

Namun, tak sedikit juga yang menggunakan situs ini sebagai sarana mencari jodoh. Hal itu dilakukan pasangan Tatyana dan Mickhail Sanadze.

"Dalam chat room, saya menanyakan rute terbaik yang tak macet ke sebuah taman. Seseorang membalas permintaan saya dan itulah suami saya sekarang, yang menjelaskan arah yang paling baik ke tujuan saya. Itulah bagaimana saya bertemu suami saya," kata Tatiana.

Duduk di kursi penumpang, dilengkapi iPad di tangan, Mikhail menambahkan, "Kemacetan lalu lintas Moskwa memiankan peran penting dalam takdir kami."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketidaknyamanan bagi orang lain bisa jadi malah keuntungan bagi yang lain. Saya kira jika tidak ada kemacetan parah, kami tidak akan pernah berjumpa," ujar Mikhail.

Mungkin kemacetan menguntungkan Mikhail dan Tatyana, tetapi untuk perekonomian Moskwa kemacetan itu merugikan kota tersebut hingga miliaran dollar AS setiap tahunnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.