Kompas.com - 28/12/2012, 16:00 WIB
EditorErvan Hardoko

NEW YORK, KOMPAS.com — Seorang perempuan di New York diduga melakukan penipuan dengan meminta uang sumbangan bagi korban penembakan massal di Newtown, Connecticut.

Perempuan itu mengaku sebagai bibi salah satu anak yang tewas dalam peristiwa tersebut.

Nouel Alba (37) ditahan setelah FBI menuduhnya menggunakan akun Facebook, telepon, dan pesan pendek untuk meminta sumbangan "dana pemakaman" bagi korban penembakan massal di sebuah sekolah dasar di AS.

Alba mengatakan, dia tidak mengetahui akunnya digunakan untuk menggalang donasi.

Dia diduga berbohong kepada agen FBI yang menyelidiki penipuan permintaan sumbangan fiktif ketika agen tersebut meminta keterangannya mengenai penipuan di situs.

Perempuan ini disidang pada Kamis (27/12/2012) di pengadilan federal di Hartford, Connecticut, dan dibebaskan dengan jaminan 50.000 dollar AS atau sekitar Rp 482 juta.

Menurut FBI, pelapor menyebutkan Alba menuliskan di akun Facebooknya, "Kami sedang menyiapkan dana pemakaman bagi saudara laki-laki saya dan keluarganya. Bagi yang ingin menyumbang silakan menyumbang", sebelum memberikan petunjuk bagaimana memberikan sumbangan ke akun Paypal atau deposit langsung.

Dia dituduh mengaku mengunjungi Sekolah Dasar Sandy Hook untuk mengidentifikasikan keponakannya selama percakapan dengan salah seorang penyumbang melalui telepon.

Alba juga dituduh mengirimkan pesan pendek kepada seorang penyumbang.

"Tak sanggup untuk melihat apa yang akan membunuh kita semua hari ini. Sebelas tembakan di tubuh kecilnya," seperti ditulisnya dalam sebuah pesan, menurut pelapor.

Tak diketahui secara pasti berapa banyak orang yang menyumbang, tetapi seluruh donasi telah dikembalikan,meskipun Alba mengklaim telah menyalurkannya.

"Tak dapat dapat dibayangkan ketika memikirkan para keluarga korban di Newtown, dan simpati dari komunitas yang membantu dengan memberikan dukungan keuangan, menjadi target kriminal," kata agen khusus FBI, Kimberly Mertz, dalam pernyataannya.

Jika terbukti, Alba akan menghadapi hukuman penjara lima tahun dan denda sebesar 250.000 dollar AS atau sekitar Rp 2,4 milliar rupiah.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.