Kompas.com - 27/12/2012, 13:35 WIB
EditorEgidius Patnistik

SINGAPURA, KOMPAS.com — Mahasiswi yang menjadi korban pemerkosaan anggota geng di India telah diterbangkan ke Singapura untuk menjalani perawatan yang lebih intensif.

Seorang pejabat Pemerintah India mengatakan, mahasiswi berusia 23 tahun itu akan menjalani penanganan dengan fasilitas khusus dan kemungkinan dalam penanganannya nanti dia akan menjalani operasi transplantasi.

Kasus pemerkosaan mahasiswi yang terjadi pada pertengahan Desember lalu itu telah mengakibatkan unjuk rasa warga menuntut Pemerintah India memberikan pengamanan secara serius terhadap para pengguna bis perempuan.

Belakangan aksi unjuk rasa ini telah mengakibatkan satu polisi tewas. Otoritas keamanan India sendiri kini tengah menyelediki secara khusus kasus pemerkosaan tersebut dan mereka telah meminta seorang pensiunan hakim bernama Usha Mehra untuk memimpin penyelidikan kasusnya.

Sejauh ini sudah ada enam orang yang ditangkap, sementara dua polisi juga telah diberhentikan menyusul peristiwa yang terjadi pada 16 Desember lalu.

Tiga kali operasi

Komisi Tinggi India di Singapura mengatakan, mahasiswi perempuan yang menjadi korban pemerkosaan tersebut telah tiba di Bandara Internasional Changi, Singapura, Kamis (27/12/2012) dini hari. Korban yang sebelumnya telah menjalani tiga kali operasi di Delhi itu telah dibawa ke Rumah Sakit Mount Elizabeth.

Seorang dokter senior di Delhi, BD Athani, kepada Press Trust of India mengatakan, Rumah Sakit Mount Elizabeth memiliki fasilitas transplantasi multiorgan yang cukup baik.

Fasilitas ini menurut dia sangat diperlukan untuk merawat korban yang mengalami luka parah pada ususnya.

Dr Athani menjelaskan, ada keluarga korban yang juga ikut menemani proses perawatan tersebut karena menurut dia waktu yang dibutuhkan untuk menjalani pengobatan di Singapura tidak sebentar.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.