Kompas.com - 24/12/2012, 09:15 WIB
|
EditorRusdi Amral

DENPASAR, KOMPAS.com — Seorang remaja putri Australia kembali mengalami kebutaan setelah menenggak minuman yang kemungkinan dicampur metanol, dalam liburan di Bali, minggu lalu. Gadis berusia 18 tahun tersebut tampaknya paling menderita dari sejumlah orang yang menenggak arak yang dicampur metanol tersebut.

Seorang remaja pria berusia 18 tahun juga mengalami kebutaan sesaat ketika berlibur di Bali, bulan lalu. Menurut laporan mingguan Australia, The Sunday Telegraph, hari Minggu (23/12/2012), gadis yang berasal dari Sydney tersebut dibawa ke ruang gawat darurat Rumah Sakit Royal North Shore setelah kembali dari liburan.

Juru bicara rumah sakit mengukuhkan adanya pasien tersebut, tetapi tidak mau menjelaskan seberapa parah kebutaan yang dialaminya. "Ya ada pasien yang masuk, yang sudah mendapatkan perawatan di Bali, dan sekarang masuk ke Royal North Shore. Akibat keracunan metanol ini bisa berupa muntah-muntah, pusing, sakit perut, koma, gagal ginjal, dan beberapa kasus kematian. Kebutaan juga sering terjadi, entah selama beberapa jam atau bahkan permanen," ungkapnya.

Sementara itu, Jan Bowler, seorang ibu dari seorang remaja, juga bercerita mengenai putranya yang hampir saja meninggal karena keracunan arak tersebut di Bali. "Tim Red Frogs menemukannya terjerembab di motelnya. Dia mengeluh kejang, dan matanya tidak bisa melihat. Dia bilang matanya sakit sekali sehingga mereka memberi handuk basah untuk menutup wajahnya. Ketika sampai di rumah sakit, dia tidak bisa melihat lagi sehingga dokter harus memberi suntikan untuk mengobati keracunan metanol tersebut," kata Jan.

Red Frogs adalah LSM Australia yang mengunjungi Bali di bulan liburan seperti sekarang, di tengah ketika banyak pelajar Australia yang baru saja menyelesaikan sekolah menengah merayakan keberhasilan mereka.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia L Sastra Wijaya, Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr mengatakan, mereka sudah mendapatkan laporan mengenai beberapa kasus keracunan metanol. "Kita sudah mendapatkan beberapa laporan mengenai minuman yang dicampur. Namun, tidak semua laporan masuk ke konsul kita di Bali. Minuman yang dicampur bisa dicampur dengan narkoba, atau mengandung racun seperti metanol. Metanol sangat beracun dan bisa menyebabkan kebutaan dan kerusakan organ internal lain," kata Carr.

Menurut The Sunday Telegraph, meskipun semakin banyak kasus keracunan metanol, khususnya di Bali, Departemen Luar Negeri Australia baru menuliskan peringatan umum saja di situs mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.