PBB Setujui Intervensi Militer di Mali - Kompas.com

PBB Setujui Intervensi Militer di Mali

Kompas.com - 21/12/2012, 14:17 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Dewan Keamanan PBB, Kamis (20/12/2012), menyetujui pengiriman pasukan militer Afrika untuk membantu Mali merebut kembali wilayah utara negeri itu yang kini dikuasai kelompok pemberontak Islam.

Dalam resolusinya, Dewan Keamanan memberikan mandat awal selama satu tahun untuk menggunakan "semua langkah yang diperlukan" untuk membantu pemerintah Mali merebut kembali wilayahnya yang dikuasai pemberontak.

Namun, ke-15 anggota DK PBB mengatakan kekuatan militer hanya bisa digunakan setelah upaya politik menemui jalan buntu. Selain itu, semua gerakan militer atau serangan harus mendapat persetujuan sebelum dilaksanakan.

Negara-negara Afrika Barat mengatakan sudah mempersiapkan sekitar 3.300 personil militer untuk berangkat ke Mali untuk membantu negeri itu. Pengiriman pasukan itu diharapkan sudah bisa dilakukan sebelum September 2013.

Pemberontak Tuareg dan kelompok militan Islam yang terkait Al-Qaeda memanfaatkan kudeta pada Maret lalu untuk menguasai wilayah utara yang luas. Bahkan kelompok militan sudah memberlakukan Syariah Islam di wilayah yang dikuasainya saat ini.

Menteri Luar Negeri Mali Tieman Coulibaly menyambut baik keputusan DK PBB ini dan menyebutnya sebagai sebuah langkah bersejarah dalam perang melawan Al-Qaeda di Afrika Utara dan para sekutunya.

 


EditorErvan Hardoko

Terkini Lainnya

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional
Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Nasional
3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

Regional

Close Ads X