Kompas.com - 21/12/2012, 02:03 WIB
EditorJodhi Yudono

JAKARTA, KOMPAS.com--Enam tentara yang tergabung dalam Sea, Air, Land Teams atau yang biasa disebut U.S Navy SEALs tidak pernah menyangka mereka akan terlibat dalam penangkapan orang nomor satu di Al-Qaeda, Osama bin Laden.

Stunner (Cam Gigandet), Cherry (Anson Mount), Trench (Freddy Rodriguez), Mule (Xzibit), dan Sauce (Kenneth Miller) kala itu bertugas di perbatasan Pakistan. Setelah baku tembak dengan penduduk setempat yang menewaskan rekan mereka, D-Punch (Tait Fletcher), mereka ditarik kembali ke Amerika Serikat.

Mereka diminta untuk bergabung dengan Skipper (Robert Knepper) untuk bergabung dalam misi khusus, penggerebekan seorang tokoh yang oleh CIA dijuluki The Pacer. Petinggi CIA yang diperankan oleh William Fichtner menjelaskan target adalah seorang pria dengan tinggi badan 190 centimeter. Mereka memberi kode pada target dengan nama "Geronimo".

Sutradara John Stockwell menceritakan misi penggerebekan Osama bin Laden ini secara kronologis. Ia memilih membuka film dengan interogasi seorang kurir Al-Qaeda yang membuat mereka menemukan orang-orang yang terkait dengan jaringan tersebut.

Cerita bergulir ke tahapan-tahapan yang dilalui para agen CIA dalam misi ini. Vivian Hollins (Kathleen Robertson) begitu yakin bin Laden masih hidup dan bersembunyi di sebuah kompleks tertutup di Abbottabad, Pakistan.

Sementara itu rekannya Christian terus meyakinkan atasannya bahwa bin Laden sudah tidak ada. Ia beralasan telah lama tidak ada serangan dari pimpinan Al-Qaeda itu. Ia juga berpendapat isu mengenai bin Laden belakangan ini hanya permainan politik belaka.

Agar tidak terlalu melebar, Stockwell membatasi kronologis penangkapan mulai dari Januari tahun 2011, saat CIA menemui titik terang lokasi bin Laden hingga penggerebegan yang terjadi pada 2 Mei pukul 01.00 dini hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Stockwell juga memasukkan unsur humanis para tentara yang sedang bertugas dalam misi khusus itu. Disela latihan, mereka menyempatkan diri menghubungi keluarga mereka yang berada di AS melalui panggilan video.

Sisi lembut para tentara khusus itu terbangun karena Stockwell menyajikan adegan tersebut bergantian dengan latihan yang mereka jalani menjelang misi khusus, seperti menembak dan mengenali target.

"Kami tidak bisa membahas pekerjaan di sini. Nanti segera pulang," janji Mule yang ketika itu sedang menghubungi sang ayah.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.