Kompas.com - 19/12/2012, 10:09 WIB
EditorEgidius Patnistik

Toko-toko di London, Inggris, sudah bersiap memajang barang dagangannya untuk menarik konsumen menjelang Natal dan Tahun Baru. Namun, kali ini bukan ditujukan kepada orang London, melainkan kepada para wisatawan dari China. Maklum, warga London sedang mengencangkan ikat pinggang dan sangat berhati-hati mengeluarkan lembaran poundsterling dari dompet mereka.

Tidak hanya mal, hotel-hotel dan lembaga pemerintah pun meningkatkan upaya untuk membuat wisatawan China merogoh kantong lebih dalam saat di London. Inggris, yang sedang mengalami resesi terpanjang dalam 50 tahun terakhir, harus memutar otak agar dapat menambah penghasilan.

Upaya menarik pengunjung dari China ini dilakukan dengan sejumlah cara. Mulai dari menyediakan bubur dan dim sum sebagai menu sarapan di hotel- hotel, serta memasang terminal untuk kartu-kartu kredit terbitan China di beberapa toko besar di London. Tak hanya itu, pegawai yang fasih berbahasa Mandarin juga disiapkan untuk membantu calon konsumen.

Inggris menyasar wisatawan China tidak hanya karena mereka adalah pasar baru yang berkembang dengan sangat cepat. Diperkirakan, ada 70 juta orang China yang bepergian ke luar negeri pada tahun 2011. Angka ini naik 20 persen hanya dalam satu tahun. Selain itu, orang-orang China ini juga pembelanja yang royal.

”Wah, mereka benar-benar berbelanja dalam jumlah besar,” ujar Patricia Yates, Direktur Strategi VisitBritain. ”Rata-rata mereka membelanjakan sekitar 1.600 poundsterling (Rp 25 juta), tiga kali lipat dari jumlah yang dibelanjakan orang Inggris. ”Kedatangan mereka sangat disambut dengan antusias oleh industri ritel saat ini ketika permintaan domestik melemah,” kaya Yates.

Produsen barang-barang mewah menyambut kedatangan orang China ini dengan tangan terbuka. Toko Harrods yang baru direnovasi di distrik elite London, Knightsbridge, saat ini memiliki 70 pramuniaga yang bisa berbahasa Mandarin. Selain itu, mereka juga sudah memasang lebih dari 100 terminal China Union yang memungkinan pelanggan China itu membayar langsung dari akun bank China mereka.

Juru bicara Harrods menyatakan, perhiasan, jam tangan, busana, dan anggur berkelas tinggi menempati urutan teratas daftar belanja para wisatawan China. ”Mereka melihat produk teranyar yang jumlahnya terbatas dan eksklusif,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di bawah kilauan lampu natal di kawasan belanja Oxford Street, para wisatawan China itu memenuhi toko-toko yang menjual barang para desainer top. ”Saya rasa, London adalah ibu kota fashion. Banyak perancang terkenal dari London,” ujar Harry Gao, mahasiswa bidang mode dari Wenzhou, China timur.

Kalah saing

Tahun lalu, ada 149.000 wisatawan China yang datang ke Inggris. Mereka menyuntikkan dana sekitar 240 juta poundsterling (Rp 3,75 triliun) ke perekonomian Inggris yang tengah berjuang keluar dari resesi.

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X