Kompas.com - 17/12/2012, 08:56 WIB
EditorEgidius Patnistik

NEWTOWN, KOMPAS.com - Anggota keluarga korban tewas dalam pembantaian di Sekolah Dasar Sandy Hook di Connecticut, AS, bertemu Presiden Barack Obama, Minggu (16/12) malam. Mereka mencoba untuk memahami pertumpahan darah pada Jumat lalu yang mengguncang tidak hanya masyarakat Newtown, Connecticut, tetapi juga bangsa Amerika dan dunia.

Dalam tragedi itu, 26 orang, termasuk 20 anak-anak berusia 6 hingga 7 tahun, tewas, sebelum si penembak menembak mati dirinya. Beberapa jam setelah kekejaman itu, Obama menangis, meratapi "anak-anak kecil yang manis" yang terbunuh itu dan menyesalkan bahwa, "sebagai sebuah negara, kita telah melalui (hal seperti ini) terlalu sering."

Obama menyampaikan ucapan belasungkawa secara pribadi pada Minggu malam, ketika ia bertemu keluarga para korban di Newtown High School. Obama juga dijadwalkan akan menjadi salah seorang yang berbicara pada upacara peringatan bagi para korban pada Minggu malam atau (Senin pagi WIB) di gedung yang sama.

Adam Lanza, 20 tahun, secara positif telah diidentifikasi sebagai pelaku pembantaian itu, kata Polisi Negara Bagian Connecticut, Letnan J Paul Vance, Minggu. Juru bicara polisi itu juga mengungkapkan, ibu si penembak, Nancy Lanza, merupakan perempuan yang ditemukan tewas akibat "sejumlah luka tembak" di Newtown, Connecticut, tempat dia tinggal bersama anaknya itu.

Walau rincian telah muncul tentang pembantaian di sebuah kota New England yang tenang itu, pihak berwenang masih belum memiliki penjelasan mengapa hal itu terjadi. "Kami akan dan sedang mencari dengan tekun dan tanpa henti untuk mencoba menjawab pertanyaan itu," kata Vance.

Lanza menggunakan sebuah senapan serbu ringan jenis Bushmaster AR-15 untuk menembak anak-anak di dua ruang kelas, kata Vance. Ia kemudian bunuh diri dengan sebuah pistol.

Vance mengatakan, pihak berwenang juga sedang mencari tahu ancaman-ancaman dan sejumlah informasi yang tidak akurat tentang penembakan itu di media sosial dan di tempat lain. Dia tidak memberikan rincian tentang ancaman itu, selain merujuk ke sebuah ancaman terhadap Gereja Katolik Santa Rose dari Lima di Newtown yang mendorong adanya upaya evakuasi beberapa saat sebelum Obama datang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gereja Santa Rose dievakuasi, Minggu siang, saat sebuah misa siang tengah berlangsung, setelah menerima ancaman bom. Sekitar selusin anggota tim SWAT berpakaian kamuflase membawa senjata serbu dan bergegas masuk ke gereja dan pusat pendidikan di dekatnya. Gereja itu telah menjadi pusat rumah duka sejak tragedi di SD Sandy Hook yang terletak di dekatnya terjadi Jumat pagi pekan lalu. Dengan senjata terhunus, polisi berteriak kepada anggota masyarakat untuk mundur dan berlindung sementara mereka mengamankan gedung.

Namun ancaman itu tidak terbukti. Setelah lebih dari sejam, polisi pun mengendurkan pengamanan dan mereka mengizinkan orang-orang untuk meletakkan karangan bunga dan lilin di tempat peringatan darurat buat para korban.

Berita lain dapat dibaca di: Pembantaian Siswa SD di AS

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X