Kompas.com - 13/12/2012, 14:25 WIB
EditorErvan Hardoko

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang menyiagakan pesawat-pesawat tempurnya, setelah sebuah pesawat China memasuki ruang udara kepulauan Senkaku -atau China menyebutnya Diayou -yang disengketakan Tokyo dan Beijing, Kamis (13/12/2012).

Menteri Sekretaris Kabinet Jepang, Osamu Fujimura kepada wartawan mengatakan sejumlah pesawat jet tempur F-15 disiagakan setelah pesawat terbang China memasuki wilayah udara Pulau Senkaku pada pukul 11.00 waktu setempat.

Pada hari yang sama, empat kapal pengamat milik China juga keluar masuk wilayah pulau sengketa itu. Pasukan penjaga pantai Jepang kemudian memerintah kapal-kapal China itu untuk keluar dari perairan Jepang.

Insiden semacam ini kerap terjadi sejak Japan menasionalisasi kepulauan sengketa di Laut China Timur itu September lalu. Nasionalisasi itu sebenarnya tidak mengubah apapun karena hanya memindahkan kepemilikan pulau yang sudah masuk ke wilayah Jepang itu.

Langkah Jepang ini ditanggapi dengan kemarahan di China. Sejumlah kerusuhan anti-Jepang muncul di berbagai daerah di China yang secara diam-diam mendapat dukungan dari pemerintahan Partai Komunis.

Hari Kamis ini menandai 75 tahun peristiwa kelam Pembantaian Nanjing. Saat itu tentara Kekaisaran Jepang menyerbu Nanjing - yang saat itu adalah ibu kota China- dan melakukan serangkaian aksi kekerasan.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.