Kompas.com - 10/12/2012, 12:28 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

LONDON, KOMPAS.com - Di tengah situasi krisis keuangan berkepanjangan yang melanda benua Eropa, Inggris tetap berkomitmen memperkuat angkatan perangnya. Hari Senin (10/12/2012), Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan kontrak pembuatan kapal selam nuklir terbarunya, yang akan menjadi tulang punggung kekuatan bawah air negara itu di abad ke-21.

Kontrak senilai 1,2 miliar poundsterling (Rp 18,5 triliun) itu diberikan kepada perusahaan pertahanan BAE Systems untuk merampungkan pembuatan kapal selam HMS Audacious.

Kapal ini akan menjadi kapal keempat dalam jajaran kapal selam nuklir kelas Astute, yang merupakan generasi kapal selam nuklir terbaru Inggris. Menurut rencana, Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) akan memesan tujuh kapal selam kelas tersebut.

Dua kapal pertama, yakni HMS Astute dan HMS Ambush telah menjalani uji pelayaran, sementara kapal ketiga, HMS Artful, sedang menjalani proses perakitan akhir di galangan kapal BAE Systems di Barrow, Inggris barat laut. Tahap pembuatan awal juga sudah dimulai untuk kapal kelima, HMS Anson. Sementara proses pembuatan kapal keenam dan ketujuh belum dimulai.

Pemerintah Inggris telah mengalokasikan anggaran sebesar 1,5 miliar poundsterling untuk proyek pembuatan kapal kelima, keenam, dan ketujuh tersebut.

Menteri Pertahanan Inggris Philip Hammond menyatakan, pengucuran dana sebesar itu membuktikan komitmen pemerintah, tidak hanya kepada kemampuan Royal Navy di masa depan, tetapi juga untuk melindungi lapangan pekerjaan yang diberikan industri pertahanan di kawasan Barrow. Galangan kapal Barrow, yang memproduksi kapal-kapal selam nuklir itu, mempekerjakan tak kurang dari 3.000 tenaga kerja.

 

Pemburu-pembunuh

Kapal selam kelas Astute dirancang sebagai kapal selam dengan misi "pemburu-pembunuh" dengan penekanan pada fungsi penyerbuan darat, pengumpulan intelijen, dan operasi pasukan khusus. Kapal-kapal dengan panjang 97 meter dan lebar lunas 11 meter itu secara bertahap akan menggantikan kapal selam kelas Trafalgar yang masih dioperasikan saat ini.

Kapal selam terbaru ini dilengkapi berbagai teknologi tercanggih abad ke-21, termasuk periskop optronik, yang tidak lagi menggunakan teknologi optik periskop konvensional, melainkan dengan memanfaatkan kamera video yang dihubungkan kabel serat optik. Kapal seberat 7.800 ton itu dilapisi 39.000 keping akustik anti-sonar dan mampu menyelam hingga kedalaman 300 meter di bawah permukaan laut.

Untuk memaksimalkan kemampuan penyerangan darat, kapal tersebut mampu menggotong 36-38 pucuk rudal Tomahawk, yang masing-masing memiliki jarak tembak hingga 1.920 kilometer dengan akurasi tinggi. Mereka juga dilengkapi enam tabung torpedo untuk meluncurkan torpedo Spearfish.

Kapal-kapal kelas Astute dilengkapi reaktor nuklir PWR2 sebagai sumber tenaga utama yang tak perlu pengisian ulang bahan bakar sepanjang 25 tahun masa pakainya. Kapal tersebut juga mengusung sistem propulsi buatan Rolls Royce yang bisa mendorong kapal melaju hingga kecepatan 30 knot (55,6 kilometer per jam) di bawah air.

Saat menjalani uji pelayaran, HMS Astute sempat mengalami masalah serius, termasuk kebocoran air dan kerusakan elektrikal, sehingga memaksa kapal tersebut kembali ke permukaan. (AFP/GlobalSecurity/DHF)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X