Kompas.com - 07/12/2012, 15:26 WIB
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Benigno Aquino, Jumat (7/12/2012) mendatangi lokasi bencana di Filipina Selatan yang hancur diterjang topan pada awal pekan ini.

Dalam pertemuan dengan para korban selamat di New Bataan, lokasi yang paling banyak terjadinya korban banjir bandang, dia mengatakan upaya telah dilakukan untuk memastikan agar bendaca tak terulang.

Jumlah korban tewas dalam bencana alam itu mencapai 418 jiwa dan 383 orang hilang, berdasarkan data resmi pemerintah. Sementara, lebih dari 300.000 orang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Topan Bopha menerjang wilayah selatan Pulau Mindanao pada Selasa (4/12). Angin kencang dan hujan deras menyebabkan kerusakan di pulau tersebut, tetapi dua wilayah bagian timur provinsi itu adalah yang paling parah terkena dampaknya, Compostela Valley dan Davao Oriental.

Kota New Bataan, di Compostela Valley, sejumlah bangunan - termasuk tempat penampungan darurat - terkena banjir bandang dan tanah longsor.

"Kami ingin mengetahui mengapa tragedi ini terjadi dan bagaimana agar tragedi ini tidak terjadi lagi," kata Aquino kepada penduduk lokal, seperti dilaporkan oleh Kantor Berita AFP.

"Saya disini untuk mendengarkan penjelasan. Ini bukan waktunya untuk menyalahkan. Ini saatnya untuk bekerja," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana menyebutkan topan menghancurkan hampir 16.000 rumah, mendesak sejumlah keluarga untuk mencari lokasi pengungsian.

Bencana topan menyebabkan kerugian sekitar 4 milliar pesos.

Seorang komandan militer lokal mengatakan kepada Reuters menyebutkan bahwa upaya pencarian jenazah sangat sulit karena tertutup lumpur, dan tentara tidak memiliki peralatan khusus untuk evakuasi.

Gubernur Compostela Valley, Arturo Uy mengatakan kuburan massal akan dibangun bagi para korban yang tidak diklaim oleh para keluarganya.

Filipina diterjang sejumlah topan setiap tahunnya, tetapi biasanya badai itu langsung menuju wilayah utara. Tahun lalu, Topan Washi menyebabkan 1.300 orang tewas ketika terjadi di utara Mindanao.

Sebelum topan terjadi pemerintah telah memperingatkan melalui televisi agar warga mengantisipasi bencana ini dengan serius. Topan Bopha disebutkan lebih kuat dibandingkan Washi.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X