Kompas.com - 06/12/2012, 14:05 WIB
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com — Hingga Kamis (6/12/2012), korban terjangan topan Bopha di Filipina tercatat 475 orang meninggal dunia dan 200.000 orang kehilangan tempat tinggal. Karena itu, Pemerintah Filipina kini meminta bantuan dunia internasional untuk membantu pemulihan pascabencana.

Pihak Pemerintah Filipina mengatakan, sebagian besar korban adalah para migran miskin yang datang ke kota New Bataan dan Monkayo untuk bertani di lereng pegunungan dan bekerja di tambang-tambang emas liar.

Menurut salah seorang pimpinan angkatan darat Filipina, Mayor Jenderal Arier Bernardo, sebanyak 258 korban tewas ditemukan di pesisir timur Mindanao, sementara 191 jenazah lainnya ditemukan di sekitar kota New Bataan dan Monkato.

Dikhawatirkan korban tewas akibat topan Bopha ini bisa mencapai lebih dari 500 orang.

"Kami masih mencari 377 orang yang dinyatakan hilang dan tantangan terbesar kami saat ini adalah menemukan orang-orang ini," kata Bernardo.

Aparat Pemerintah Filipina mengatakan belum menyerah untuk menemukan semua orang yang dinyatakan hilang.

"Tak ada batas waktu yang ditentukan. Pencarian terus dilaksanakan sampai selesai," kata Kepala Pertahanan Sipil Filipina, Benito Ramos.

Sementara itu, Presiden Benigno Aquino sudah mengirim pasokan makanan dan bahan-bahan kebutuhan pengungsi lainnya ke lokasi bencana dengan menggunakan kapal untuk membantu sekitar 150.000 orang pengungsi.

Menteri Kesejahteraan Sosial Corazon Soliman mengatakan, pemerintah kini mencari bantuan Organisasi Migrasi Internasional di Swiss untuk membangun penampungan sementara untuk mengurangi beban kamp pengungsi yang sudah ada saat ini.

"Prioritas utama saat ini adalah membangun penampungan sementara agar para pengungsi memiliki tempat untuk berteduh," ujar Soliman.

Topan Bopha yang menghantam Pulau Mindanao pada Selasa (4/12/2012) lalu merupakan topan ke-16 yang menerjang negeri kepulauan itu. Setiap tahun, rata-rata 20 topan menghantam Manila dan sekitar separuhnya sangat mematikan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.