DK PBB Diminta Tekan Israel

Kompas.com - 06/12/2012, 02:06 WIB
Editor

Ramallah, Rabu - Palestina akan meminta Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi baru untuk menekan Israel agar menghentikan rencana perluasan permukiman di wilayah pendudukan di Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Rencana Israel itu menuai protes dan kecaman dari seluruh dunia.

Rencana Israel membangun permukiman baru ini merupakan protes terhadap keputusan Majelis Umum PBB pekan lalu yang menerima usulan kenaikan status Palestina menjadi ”negara peninjau non-anggota” di PBB. Tindakan Israel itu dikecam semua negara sekutunya, termasuk AS.

Menurut Presiden Palestina Mahmoud Abbas, pembangunan permukiman baru itu akan menghancurkan satu-satunya harapan mendirikan negara Palestina. Abbas berbicara dengan nada yang lebih emosional setelah dunia internasional berbaris mengecam Tel Aviv.

Israel memutuskan memberi izin pembangunan 3.000 unit rumah baru di wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Proyek yang akan dilakukan di wilayah sensitif yang disebut E-1 itu selama ini selalu ditunda karena dicegah Pemerintah AS.

Selain rencana tersebut, Israel juga akan membangun lebih dari 4.200 apartemen di wilayah Ramat Shlomo dan Givat Hamatos, Jerusalem Timur.

Dalam rapat Selasa (4/12) malam, Abbas menjelaskan, dengan terus membangun permukiman seperti itu, berarti Tel Aviv tak mendukung solusi dua negara. Proyek itu berarti hanya akan ada satu negara.

Menurut Abbas, rakyat Palestina menginginkan Israel segera membekukan pembangunan permukiman baru di wilayahnya. Palestina juga akan segera meminta DK PBB mengeluarkan resolusi baru untuk menghentikan langkah Israel itu, terlepas dari upaya serupa pada awal 2011 yang kandas akibat veto dari AS.

Palestina mengatakan, E-1 dan Givat Hamatos secara khusus problematik karena dua wilayah itu memisahkan Jerusalem Timur, daerah yang diinginkan Palestina sebagai ibu kota, dari keseluruhan wilayah Tepi Barat.

Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman, Selasa, mengatakan, rencana pembangunan akan jalan terus. Israel melakukan itu demi kepentingan nasional. ”Bukan untuk menghukum atau melawan,” katanya.

Mendukung Palestina

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.