Kompas.com - 03/12/2012, 19:11 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Rusia meminta Israel berpikir ulang terkait pembangunan 3.000 unit rumah di wilayah pendudukan. Moskwa, kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pembangunan itu menyalahi peraturan batas wilayah. "Membangun di wilayah pendudukan yang dikuasai Israel pada 1976 adalah ilegal," begitu pernyataan Rusia sebagaimana warta Itar-TASS pada Senin (3/12/2012).

Israel, kemarin juga menyatakan menahan pembayaran pajak untuk Palestina lantaran status baru Palestina sebagai negara pengamat bukan anggota di Majelis Umum PBB. "Saya tidak akan mentransfer pembayaran pajak yang dikumpulkan Israel untuk Otoritas Nasional Palestina (PNA)," kata Menteri Keuangan  Yuval Steinitz.

Rusia menganggap penting perkara pembayaran pajak itu. Menurut Moskwa, langkah tidak membayarkan duit itu akan membuat PNA mengalami defisit anggaran. Hal itu akan merambat pada perkara sosial, ekonomi, dan kemanusiaan di Palestina. Soalnya, sumber pembayaran gaji pegawai negeri Palestina, salah satunya, berasal dari pajak tersebut.  "Kami minta Israel berpikir ulang soal ini dan perkara perumahan tadi," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Sepertiga

Palestina terbilang tergantung dengan setoran pembayaran pajak dari Israel. Pasalnya, setoran itu merupakan sepertiga dari anggaran pemasukan PNA. Dalam setahun, Israel menyetor pembayaran pajak sekitar 120 juta dollar AS.

Tahun ini, menurut pihak Israel, Palestina punya utang tagihan listrik sebesar 200 juta dollar AS. Sementara, Israel mengutip pajak dan tarif untuk barang-barang yang ditujukan untuk Palestina namun masuk melalui pelabuhan Israel.

Lalu, soal permukiman, sampai dengan 2011, pembangunan permukiman sudah menelan dana 275 juta dollar AS. Angka ini naik 38 persen ketimbang 2010.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.