Kompas.com - 30/11/2012, 19:06 WIB
EditorBenny N Joewono

SURABAYA, KOMPAS.com - Jemaah haji Kelompok Terbang 80 yang merupakan rombongan terakhir dari Debarkasi Surabaya tiba dengan tiga haji asal Jatim masih tertinggal di Tanah Suci karena sakit dan ada masalah hukum.

Kloter terakhir yang mengangkut 284 haji asal Bondowoso dan lima petugas itu tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Jumat pukul 07.12 WIB, lalu mereka disambut langsung Kepala Kanwil Kemenag Jatim Drs H Sudjak MAg di Asrama Haji Surabaya.

"Alhamdulillah, penyelenggaraan haji di Jatim cukup lancar hingga kedatangan kloter terakhir Jatim. Awalnya, konsentrasi sempat tersita akibat kasus buku nikah palsu dan penyalahgunaan paspor, namun semuanya tertangani lewat kerja sama dengan kepolisian," kata Sudjak, Jumat (30/11/2012).

Data dari petugas Pulahta PPIH Debarkasi Surabaya mencatat ada enam haji asal Debarkasi Surabaya yang masih belum pulang ke Tanah Air, yakni dua haji mengalami tunda pemulangan dan empat haji sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi.

Menurut Sekretaris I PPIH Debarkasi Surabaya Drs H Sutarno P. SH MH, tiga haji yang mengalami tunda pulang adalah H. Nasuri bin Mujib (Kloter 16) asal Sumenep yang mengalami tunda pulang karena masih menjalani proses hukum di Mahkamah Syariah Saudi Arabia.

"Selain itu, istrinya Hj. Mayuni binti Lamri (Kloter 16) asal Sumenep juga mengalami tunda pulang karena masih menjalani proses hukum di Mahkamah Syariah Saudi Arabia," katanya, didampingi staf Humas PPIH Debarkasi Surabaya HNY Shirotol Mustaqim.

Untuk haji yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) adalah H. Musiri bin Marsikun yang mengalami tunda pulang karena sakit sesak napas akut dan masih dirawat di RS Malik Abdul Aziz Zaher Mekkah.

"Ada pula tiga haji yang dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya dan belum diperbolehkan dokter untuk pulang yakni Mukiyat bin Djayadi (Kloter 40) asal Surabaya karena sakit stroke, Soeratmi (Kloter 75) asal Sidoarjo karena sakit radang paru, dan Nawawi (Kloter 79) asal Bondowoso karena PPOK," katanya.

Ia mengatakan jumlah jamaah haji yang wafat dari Debarkasi Surabaya ada 80 orang, yakni 74 orang wafat di Arab Saudi dan enam orang wafat di Tanah Air saat sudah pulang. "Bila dibandingkan dengan tahun 2011, jumlah untuk tahun ini menurun, karena tahun 2011 ada 99 haji yang wafat," katanya.

Tentang barang bawaan jemaah haji yang tercecer di Arab Saudi karena menyimpang dari aturan penerbangan, ia mengatakan semuanya sudah dibawa ke Jawa Timur melalui pesawat reguler yang ditanggung pihak penerbangan.

Hingga Kloter 80, jumlah jamaah yang datang ada 34.812 dengan rincian 33.501 asal Jawa Timur, 643 asal NTT, 625 asal Bali, dan 43 dari provinsi lain yang mutasi. Jumlah seluruhnya 35.212 orang dengan 400 di antaranya petugas.

"Yang jelas, selama proses pemulangan ada 62 kloter yang tiba lebih cepat dari jadwal atau 78 persen dari seluruh penerbangan dan 18 kloter datang lebih lambat dari jadwal atau 23 persen," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.