Kompas.com - 30/11/2012, 13:26 WIB
EditorEgidius Patnistik

KOMPAS.com — Bagi kebanyakan pria, upaya rutin menghilangkan jenggot, berewok, atau kumis di wajah dengan pisau cukur merupakan sesuatu yang mengganggu.

Namun di kalangan kaum pria negara-negara Timur Tengah kini ada tren yang meningkat, yaitu mempertahankan kumis di bibir atas dengan cara-cara yang inovatif: mengimplan kumis. Perawatan inovatif itu terbukti populer buat para pria dari di dunia Arab, ketika kumis dilihat sebagai tanda kebijaksanaan dan kedewasaan.

Salah seorang ahli bedah plastik yang berbasis di Turki, dr Selahattin Tulunay, mengatakan bahwa pasien berbondong-bondong dari negara-negara Timur Tengah untuk mendapatkan perawatan. Selahattin mengatakan, ia melakukan prosedur yang dikenal sebagai follicular unit extraction itu, 50 sampai 60 kali setiap bulan.

Prosedur yang rumit itu melibatkan ahli bedah saat mengambil segumpal rambut dari daerah pertumbuhan rambut yang lebih padat, sebelum itu ditanamkan di daerah kumis. Ketika menjelaskan lonjakan jumlah para pria Timur Tengah yang datang untuk mendapat perawatan dalam beberapa tahun terakhir, dr Tulunay mengatakan, "Bagi sejumlah pria yang terlihat muda, mereka berpikir (kumis) merupakan suatu keharusan agar terlihat lebih senior ... profesional dan bijaksana. Mereka pikir itu bergengsi."

Perawatan itu, yang dilakukan dengan pembiusan lokal, berbiaya hingga 7.000 dollar AS (Rp 67 juta) dan orang tidak boleh bercukur selama lima belas hari. Transplantasi tersebut diharapkan dapat memperlihatkan hasil setelah enam bulan.

Ia juga mengatakan kepada CNN, Kamis (29/11), bahwa para selebriti, seperti penyanyi dan aktor Turki, Ibrahim Tatlises, sering menjadi acuan bagi mereka yang ingin mengimplan kumis. Dokter bedah tersebut juga mengungkapkan, ia telah melakukan prosedur itu terhadap para politisi yang menginginkan kumis demi meningkatkan citra mereka.

Kumis merupakan hal yang umum di kalangan politisi kelas atas Timur Tengah. Banyak politisi melihat kumis sebagai simbol kekuasaan, kebijaksanaan, dan kebangsawanan.

Semua pemimpin Irak, termasuk Saddam Hussein, berkumis. Para politisi penting Timur Tengah, seperti Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, jarang muncul di depan umum tanpa kumis tipis mereka.

Kumis juga dikenal sebagai simbol kehormatan pribadi di dunia Arab. Dalam beberapa kasus, orang menghilangkan kumis lawan mereka guna mempermalukan orang itu. Salah seorang mantan ajudan senior Saddam Hussein, Izzat Ibrahim al-Douri, pernah berteriak "Terkutuklah kumis Anda!" kepada seorang politisi Kuwait dalam sebuah KTT darurat negara-negara Islam tahun 2003.

Seorang ahli bedah yang berbasis di Paris, Pierre Bouhanna, mengatakan kepada CNN bahwa bisnisnya mengalami booming selama lima tahun terakhir. Bouhanna mengatakan, sebagian besar pasiennya datang ke Perancis dari Iran, Lebanon, Uni Emirat Arab, dan Turki. Dia mengatakan, sebagian besar pasien berusia 30 sampai 50 tahun. "Kesan saya, kebanyakan dari mereka ingin menegaskan aspek kelaki-lakian. Mereka menginginkan kumis yang tebal."

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.