Makam Yasser Arafat Dibongkar demi Akhiri Polemik

Kompas.com - 27/11/2012, 07:01 WIB
EditorTri Wahono

RAMALLAH, KOMPAS.com — Meski delapan tahun telah berlalu sejak Yasser Arafat wafat, penyebab kematian mantan pemimpin Palestina itu masih misterius dan memicu polemik panjang. Pembongkaran makam Arafat, Selasa (27/11/2012) ini, diharapkan bisa menjelaskan dengan pasti apa penyebab kematiannya dan mengakhiri perdebatan dan rasa saling curiga yang bertahan selama ini.

Misteri yang diharapkan bisa diungkap para ahli forensik adalah apakah Arafat benar meninggal karena diracun atau karena penyakit alami. Pembongkaran makam ikon perjuangan Palestina itu menyakitkan keluarga, tetapi demi kehormatan negara dan keluarga tetap harus dilakukan.

"Ini sangat menyakitkan. Ini kejutan dan tidak mudah bagi diri saya sendiri ataupun putri saya," kata janda Arafat, Suha, dari rumahnya di Malta, Senin. "Namun, kami harus melakukannya untuk membuka lembaran baru terkait misteri besar di seputar kematiannya. Jika ada tindak kejahatan, itu harus dipecahkan," imbuh Suha.

Hakim Perancis yang bertugas menyelidiki kematian Arafat sudah tiba di Ramallah, Tepi Barat, tempat Arafat dimakamkan, Minggu petang. Arafat meninggal dalam usia 75 tahun di rumah sakit militer Percy di pinggiran Paris, Perancis, November 2004.

Bangunan makam Arafat berdiri di lapangan di kompleks Muqataa, yang pernah menjadi pusat aktivitas perjuangan mantan pemimpin karismatik Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) itu. Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas kini juga berdiri kokoh di kompleks yang luas itu.

Rumor dan spekulasi seputar penyebab kematian Arafat telah menambah buruk hubungan Palestina-Israel. Dokter di rumah sakit Percy tak pernah menyatakan dengan jelas apa penyebab kematian Arafat. Otopsi juga tak pernah dilakukan meski terus didesak Suha dan putri Afarat, Zawra.

Makam Arafat kini telah ditutup terpal plastik biru untuk menghalangi pandangan mata publik yang mau menyaksikan pembongkaran. Hanya keluarga Arafat yang boleh menghadiri pembongkaran makam.

Seorang diplomat Barat di Ramallah mengatakan, pembongkaran makam Arafat menyentuh "beberapa masalah yang sangat sensitif".

Tak semua anggota keluarga Arafat senang makam dibongkar. Nasser al-Qidwa, salah satu keponakan Arafat, mengatakan, pembongkaran itu takkan menguntungkan. "Ini tidak baik bagi rakyat Palestina," kata Qidwa.(AFP/AP/CAL)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X