Gencatan Senjata Tercapai di Gaza

Kompas.com - 22/11/2012, 05:14 WIB

JERUSALEM — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setuju "memberi peluang" bagi gencatan senjata untuk mengakhiri pertumpahan darah di wilayah Gaza.

"Beberapa saat lalu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berbicara dengan Presiden (AS) Barack Obama dan menyetujui gencatan senjata atas usulan Mesir. Ini memberi peluang untuk mendinginkan suasana," demikian pernyataan yang dikeluarkan Kantor Perdana Menteri, Rabu (21/11/2012) waktu setempat.

Meski begitu, dalam pernyataan juga disebutkan bahwa Israel tidak ragu melakukan tindakan keras untuk melindungi warganya. "Perdana Menteri menegaskan lagi bahwa Israel akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi warganya."

Di Kairo, Menteri Luar Negeri Mesir Mohammed Kamel Amr, dalam jumpa pers bersama Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, mengatakan, penghentian pertikaian Hamas-Israel mulai berlaku pada Rabu pukul 19.00 GMT waktu setempat atau Kamis pukul 02.00 WIB.

"AS menyambut baik kesepakatan gencatan senjata ini. Dalam beberapa hari ke depan, AS akan bekerja dengan para mitra di kawasan itu untuk memperkuat kemajuan ini," kata Hillary.

Perjanjian gencatan senjata itu dicapai sehari setelah diplomasi dua arah yang dilakukan oleh Hillary dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyusul konflik mematikan antara Israel dan para pejuang di Gaza.

Saling serang antara kedua pihak sejak 14 November lalu telah menewaskan 148 orang Palestina dan lima warga Israel.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorA. Wisnubrata
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Terkini Lainnya

    DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

    DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

    Internasional
    Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

    Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

    Internasional
    Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

    Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

    Internasional
    AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

    AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

    Internasional
    Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

    Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

    Internasional
    Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

    Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

    Internasional
    Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

    Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

    Internasional
    Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

    Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

    Internasional
    [POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

    [POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

    Internasional
    Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

    Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

    Internasional
    Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

    Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

    Internasional
    LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

    LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

    Internasional
    Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

    Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

    Internasional
    Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

    Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

    Internasional
    Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

    Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

    Internasional
    Close Ads X