Kompas.com - 21/11/2012, 08:23 WIB
EditorEgidius Patnistik

NEW YORK, KOMPAS.com — Laporan baru PBB menyebutkan, penanaman opium di Afganistan meningkat 18 persen tahun ini walaupun pemerintah berusaha memusnahkan tanaman ini.

Afganistan memproduksi lebih dari 90 persen opium—bahan yang digunakan untuk heroin—di dunia.

"Kenaikan 18 persen merupakan peringatan serius," kata perwakilan badan PBB untuk obat bius dan kejahatan, UNDOC, Jean Luc Leahieu.

Laporan PBB menyebutkan, panen opium tahun ini turun sepertiga karena cuaca buruk dan penyakit tanaman.

Namun, naiknya harga menyebabkan semakin banyak petani yang menanam opium.

Para petani mendapatkan sekitar 200 dollar AS per kilo untuk opium kering.

Menteri kontra narkotika Afganistan Zarar Ahmad Moqbel mengatakan, "Masalah keamanan merupakan penyebab naiknya penanaman opium."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Taliban raup 100 Juta dollar AS

Program pemusnahan opium Pemerintah Afganistan banyak ditentang di kawasan selatan dan barat—ladang terbesar di negara itu. Laporan PBB itu juga menyebutkan penanaman opium naik walaupun langkah pemusnahan yang dilakukan pemerintah meningkat 154 persen dengan sekitar 10.000 hektar tanaman dibasmi.

Para pejabat mengatakan, Taliban dan jaringan kelompok kejahatan lain meraup sekitar 100 juta dollar AS per tahun dari pajak perdagangan opium Afganistan.

Pemusnahan opium merupakan upaya untuk menstabilkan Afganistan sejak Taliban digulingkan tahun 2001.

Tanaman ini juga merupakan sumber korupsi di Afganistan, mulai dari jajaran aparat desa sampai pemerintah nasional.

Dengan banyaknya pihak yang meraup keuntungan dari opium, langkah pemerintah memusnahkan tanaman ini semakin sulit.

Banyak pihak yang khawatir produksi opium akan terus meningkat di tengah rencana penarikan pasukan NATO pada akhir 2014.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.