Sang Jenderal Pun Bertekuk Lutut... - Kompas.com

Sang Jenderal Pun Bertekuk Lutut...

Kompas.com - 18/11/2012, 08:26 WIB

KOMPAS.com - Skandal seks yang melibatkan mantan Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) David Petraeus menyita perhatian dunia sepanjang pekan lalu. Bahkan di AS, skandal itu lebih menyita perhatian dibandingkan masalah ”jurang fiskal” yang berisiko menjatuhkan negara itu dan dunia ke jurang resesi ekonomi.

Petraeus, purnawirawan jenderal bintang empat yang memiliki jejak karier cemerlang dalam perang di Irak dan Afganistan, menambah panjang daftar tokoh di AS yang menjadi korban skandal perselingkuhan.

Namun, skandal Petraeus menjadi berbeda karena latar belakang lembaga, zaman, dan seperti disebut oleh Agence France Presse (AFP), plotnya yang bahkan lebih dramatis dibandingkan film-film roman buatan Hollywood.

Berawal dari sebuah surat elektronik (surel) yang dikirimkan Mei lalu oleh seseorang dengan nama samaran ”Kelley Patrol” kepada Jenderal John Allen, komandan pasukan AS di Afganistan.

Surel itu menyarankan Allen untuk menjauh dari Jill Kelley (37), seorang sosialita warga Tampa, Florida, yang dikenal Allen beberapa tahun sebelumnya. Allen tak menggubris surel itu karena ia anggap ”lelucon”.

Lalu pada Juni dan Juli, Kelley juga menerima surel dari akun yang sama. Isi surel itu mempertanyakan apa urusan ibu tiga anak itu berdekat-dekat dengan Petraeus dan Allen, dan apakah suami Kelley tahu perilakunya itu.

Merasa terganggu dengan surel-surel itu, Kelley mengontak temannya, Frederick Humphries II, seorang agen penyelidik Biro Investigasi Federal AS (FBI).

Atas permintaan Humphries, para pakar kejahatan siber FBI mulai melacak surel-surel tersebut, yang berujung pada akun Gmail milik Paula Broadwell (40), seorang ibu dua anak. Broadwell adalah salah satu penulis buku biografi Petraeus.

Pemantauan terhadap akun surel itu kemudian mengungkap komunikasi antara Petraeus dan Broadwell yang mengindikasikan hubungan asmara di antara mereka.

Mereka berkomunikasi dengan satu akun surel, dengan cara menulis pesan kemudian tidak mengirimnya. Pesan yang sudah ditulis itu disimpan di berkas rancangan surat (draf), yang kemudian akan dibaca si penerima pesan yang mengetahui kata sandi akun surel itu.

Para penyelidik FBI juga menemukan dokumen-dokumen rahasia di akun surel Broadwell, yang memicu kekhawatiran telah terjadi kebocoran rahasia negara. Namun, empat bulan kemudian, FBI menyimpulkan tak terjadi kebocoran rahasia maupun tindakan kriminal berbahaya, dan berniat menutup kasus itu.

Namun, Humphries berpikir, langkah FBI itu bermotif politik menjelang pemilihan presiden AS. Itu sebabnya, ia pergi menemui temannya, David Reichert, anggota DPR AS dari Partai Republik.

Reichert kemudian membawa informasi itu kepada Eric Cantor, pemimpin mayoritas DPR AS yang dikenal sebagai salah satu pengkritik utama Presiden Barack Obama.

Cantor kemudian menelepon Direktur FBI Robert Mueller pada 31 Oktober, menanyakan tentang kebenaran skandal itu.

Mengetahui rahasia perselingkuhannya tak lagi bisa dipendam terlalu lama, Petraeus pun mengajukan pengunduran diri kepada Obama, dua hari setelah Obama memenangi pilpres.

Sang jenderal pun telah bertekuk lutut.... (AFP/AP/CNN/DHF)

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Direktur CIA


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried Dwi Wedhaswary
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

    Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

    Nasional
    Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

    Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

    Regional
    Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

    Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

    Nasional
    Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

    Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

    Regional
    50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

    50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

    Internasional
    Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

    Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

    Nasional
    Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

    Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

    Regional
    Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

    Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

    Nasional
    Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

    Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

    Regional
    Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

    Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

    Internasional
    Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

    Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

    Regional
    Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

    Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

    Internasional
    Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

    Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

    Nasional
    Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

    Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

    Regional
    Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

    Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

    Internasional

    Close Ads X