Kompas.com - 18/11/2012, 08:06 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

PHNOM PENH, KOMPAS - Perhelatan akbar rutin tahunan negara-negara organisasi kawasan Asia Tenggara (KTT ke-21 ASEAN) secara resmi akan dibuka dan dimulai, Minggu (18/11), oleh Perdana Menteri Kamboja Hun Sen di gedung Peace Palace, Phnom Penh, Kamboja.

Dari jadwal yang diperoleh wartawan Kompas Wisnu Dewabrata, usai pidato pembukaan, Hun Sen sekaligus juga akan meresmikan pendirian Institut Perdamaian dan Rekonsiliasi ASEAN (AIPR), sebuah inisiatif yang sebelumnya digagas Indonesia.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut seluruh kepala negara dan pemerintahan dari 10 negara anggota ASEAN termasuk tuan rumah, Kamboja. Usai sesi pembukaan, sekitar pukul 10.00 hingga 12.00 acara dimulai dengan plenary session para kepala negara ASEAN.

Selain peluncuran AIPR, dalam momen KTT ASEAN kali ini juga para kepala negara dan pemerintahan ASEAN akan menandatangani dokumen bersejarah adopsi Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN (ADHR).

Dalam rapat persiapan sehari sebelumnya para menteri luar negeri ASEAN sepakat merevisi salah satu paragraph dalam deklarasi itu. Hal itu menyusul desakan dan pertanyaan dari banyak pihak terutama kalangan masyarakat sipil, yang mempertanyakan dan meragukan isi dari deklarasi itu. Mereka menilai ADHR justru mendegradasi dan mereduksi ketentuan dalam Deklarasi HAM Universal (UDHR) yang telah ada.

Pasca makan siang, para pemimpin ASEAN juga menggelar pertemuan dengan Dewan Penasihat Bisnis ASEAN (ABAC). Usai acara itu para kepala negara dan pemerintahan ASEAN akan kembali bersidang dalam sesi retret di mana biasanya hanya akan dihadiri masing-masing kepala negara.

Pada sore hari, sekitar pukul 17.00 hingga 18.00, para kepala negara ASEAN juga akan bertemu Perdana Menteri China Wen Jiabao dalam pertemuan KTT ke-15 ASEAN-China.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sesi pertemuan ini diprediksi bakal menjadi perhatian utama mengingat salah satu isu panas akan dibahas di sini, terkait sengketa Laut China Selatan. Seperti diketahui, empat dari lima negara anggota ASEAN bersengketa dengan China di perairan itu. Keempat negara itu antara lain Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Dalam pertemuan Juli kemarin isu sengketa antara Filipina dan China di Beting Scarborough membuat buntu pertemuan yang berdampak gagalnya kesepuluh negara ASEAN mencapai kata sepakat dalam bentuk komunike bersama. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.