Kompas.com - 16/11/2012, 11:36 WIB
|
EditorRusdi Amral

WASHINGTON, KOMPAS.com — Para tokoh Partai Republik mempersilakan Mitt Romney meninggalkan Partai Republik. Partai mengatakan tidak memerlukan penjelasan atau keterangan Romney, capres partai yang kalah dari Obama pada pemilu 6 November lalu.

Demikian diberitakan harian AS, The Washington Post, edisi, Kamis (15/11/2012). Ini adalah buntut rekaman video Romney pada Mei lalu. Rekaman itu dibocorkan seorang wartawan investigatif liberal, Mother Jones. Video itu memperlihatkan Romney yang mengatakan ada 47 persen warga fanatik pada Obama. Warga ini tidak membayar pajak dan menggantungkan diri pada peran pemerintah.

Romney mengatakan pesan kampanye pasti tidak akan "nyambung" pada pendukung fanatik Obama ini. Romney menambahkan bahwa kaum ini harus bisa mengurus diri mereka sendiri. Rekaman video menyebar ke publik. "Tidak perlu penjelasan dari Romney," kata Ed Rogers, ahli strategi Partai Republik.

"Dia memang tidak pernah menjadi bagian kuat secara emosional dengan partai karena itu dia bisa enyah kapan saja dan tidak ada yang bersedih untuk itu." Chris LaCivita, pejabat senior partai turut berkomentar.

"Komentar itu menunjukkan Partai Republik adalah partai eksklusif. Namun kini saatnya kita beranjak dan fokus pada kepemimpinan partai di masa depan." Gubernur Lousiana, Bobby Jindal juga berkomentar.

"Kita harus berhenti memecah warga AS." Gubernur Wisconson Scott Walker juga mengatakan, "Partai Republik milik siapa saja."

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X