Kompas.com - 13/11/2012, 13:41 WIB
EditorEgidius Patnistik

NAIROBI, KOMPAS.com Para pencuri ternak bersenjata menewaskan sedikitnya 32 personel polisi Kenya dalam penyergapan ala militer, kata sejumlah pejabat, Senin (12/11/2012), yang menyebut hal itu sebagai serangan terburuk terhadap polisi dalam sejarah negeri itu.

Para petugas yang memburu pencuri ternak di satu wilayah terpencil di Kenya utara, Sabtu, diserang dengan menggunakan senapan mesin dan granat berpeluncur roket dalam penyergapan yang dikatakan polisi dilancarkan dengan "ketepatan militer". "Kami telah menemukan beberapa mayat lagi, dan sekarang ada 32 mayat secara keseluruhan. Mereka disergap penyerang yang menggunakan senjata canggih, termasuk senapan mesin," kata Osman Warfa, Komisaris Polisi Provinsi Rift Valley yang luas, kepada Reuters.

Polisi memburu para penyerang dari etnis Turkana yang telah mencuri ternak dari suku Samburu, kata pemerintah. Kedua kelompok itu sering kali menyerang ternak dari suku lain dan berperang untuk memperebutkan lahan pengembalaan serta sumber air.

Kekerasan tersebut telah menciptakan keprihatinan keamanan sebelum pemilihan presiden, yang dijadwalkan diselenggarakan Maret tahun depan. Itu akan menjadi pemilihan presiden pertama sejak pemilihan umum yang menjadi sengketa pada 2007 yang menyulut pembantaian suku yang menewaskan lebih dari 1.200 orang dan memaksa tak kurang dari 300.000 orang meninggalkan rumah mereka.

Warfa mengatakan sebagian penyerang diduga mantan anggota pasukan keamanan, yang kini bekerja sebagai tentara bayaran. Pemerintah mencari mayat lain di daerah bersemak tempat para penyerbu menyembunyikan ternak curian mereka, katanya.

Polisi melacak para penyerang itu pada malam hari, dengan harapan bisa mengepung desa mereka dan menemukan kembali ternak yang dicuri. Namun, mereka malah disergap di satu lembah, kata juru bicara polisi Eric Kiraithe.

Dalam bentrokan serupa di bagian lain Kenya, lebih dari 100 orang ditembak, dipancung, dan dibakar hingga tewas oleh penyerbu bersenjata di Kabupaten Sungai Tana pada September.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.