Iran Akui Bloger Tewas di Tangan Polisi

Kompas.com - 13/11/2012, 13:19 WIB
EditorErvan Hardoko

TEHERAN, KOMPAS.com — Jaksa Pemerintah Iran memastikan bahwa bloger Sattar Beheshti meninggal dunia dalam tahanan polisi pekan lalu dan di tubuhnya ditemukan banyak bekas luka. Ini adalah konfirmasi pertama terkait kematian bloger berusia 35 tahun itu.

Pernyataan jaksa itu keluar sehari setelah parlemen Iran mengumumkan segera melakukan investigasi kasus kematian bloger yang kerap mengkritik kebijakan Pemerintah Iran itu.

Jaksa Gholam Hossein Mohseni Ejehi mengatakan, Beheshti ditahan 30 Oktober lalu dengan dugaan melakukan kejahatan dunia maya dan dibawa ke penjara Evin di wilayah utara Teheran sehari sesudah ditahan. Pada hari yang sama, Beheshti diserahkan kepada polisi unit kejahatan dunia maya untuk diinterogasi. Dia meninggal pada 3 November.

"Kantor koroner memberikan rincian laporan yang mengatakan terdapat bekas luka di lima tempat tubuh almarhum, antara lain di kaki, tangan, punggung, dan paha. Namun, tak ada patah tulang," demikian laporan kantor berita Mehr mengutip Jaksa Ejehi, Selasa (13/11/2012).

Ejehi menambahkan, laporan akhir pemeriksaan jenazah Beheshti paling cepat akan dirilis dalam 45 hari. Ejehi menambahkan, dia juga menemukan surat keluhan atas nama Beheshti terkait perlakuan para interogator.

Dalam surat itu, kata Ejehi, Beheshti mengatakan, dia mendapatkan ancaman, hinaan, hingga pukulan. Sementara itu, situs berita milik pemerintah Iran, Asr-e-Iran, mengabarkan tiga orang interogator yang diduga terkait kematian Beheshti sudah ditahan.

Kepala Kepolisian Teheran, Jenderal Hossein Sajedina, juga memastikan Beheshti meninggal saat dalam tahanan polisi unit kejahatan dunia maya.

"Alamrhum diserahkan kepada unit kejahatan dunia maya untuk melengkapi penyelidikan," kata Sajedinan kepada situs Asr-e-Iran.

Selain menulis blog, Behesthi adalah seorang pekerja biasa. Dia tidak dikenal sebagai seorang aktivis politik. Dalam beberapa tahun belakangan, Pemerintah Iran menahan puluhan bloger karena dianggap mengkritik kebijakan pemerintah.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X