Kompas.com - 12/11/2012, 22:31 WIB
EditorTri Wahono

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Komandan Pangkalan Angkatan Udara Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Letkol Pnb MJ Hanafie mengatakan pesawat tanpa awak yang ditemukan nelayan bukan jenis pesawat pengintai tetapi sasaran tembak atau "drone target".

"Ini bukan pesawat tanpa awak yang melakukan pengintaian, tetapi ini adalah ’drone target’ untuk latihan penembakan simulasi yang bisa dilepaskan dari daratan dan laut," kata Danlanud MJ Hanafie kepada wartawan di Lanud Tanjungpinang, Senin (12/11/2012) malam.

Pesawat tanpa awak yang ditemukan nelayan diantara perairan Berakit dan Pulau Pucung, Malang Rapat, Kabupaten Bintan.

Danlanud mengatakan alat untuk latihan tembak itu bisa bertahan di udara selama 1 jam 15 menit dengan kecepatan 200 knot sebelum jatuh ditembak atau jatuh sendiri tanpa kena tembakan saat latihan tersebut.

"Kegagalan dalam penembakan bisa mencapai 30 persen," ujar Danlanud.

Menurut dia, kemungkinan besar alat latih tembak atau "drone target" yang dilontarkan dari darat atau dari kapal di laut tersebut terbawa arus hingga mencapai perairan Bintan setelah jatuh.

"Dari negara mana belum bisa diketahui, yang jelas alat ini digunakan oleh 40 negara termasuk Indonesia," kata Hanafie.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun untuk membuktikan alat tersebut berasal dari mana, menurut Danlanud akan dibawa ke Puslitbang TNI AU di Jakarta.

"Drone target" tersebut diperkirakan sudah beberapa hari terapung dan dibawa arus, sehingga bagian baterai yang berada di dalam badan pesawat serta bagian baling-baling yang berada di bagian belakang sudah dilapisi garam.

"Jika jatuhnya tanpa parasut tentu sudah tenggelam," ujarnya.

Danlanud memastikan tidak ada pesawat pengintai asing yang memasuki wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang berbatasan dengan sejumlah negara.

"Sekali lagi ini bukan pesawat pengintai atau pesawat mata-mata, namun ini ’drone target’ yang memang untuk ditembak atau dihancurkan," ujarnya.

Danlanud berharap tidak ada penafsiran macam-macam terhadap penemuan "drone target" tersebut, karena benda tersebut adalah sasaran latihan tembak dari darat atau laut ke udara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.