Kompas.com - 12/11/2012, 11:55 WIB
EditorErvan Hardoko

"Selama empat tahun sejak kami mengetahui kelainannya, situasinya sangat berat bagi kami. Namun, kini kami sudah terbiasa dan bisa mengendalikannya," tambah ibunya.

Holly yang tinggal bersama ibu, ayak tirinya, dan dua kakak laki-lakinya, berusaha hidup normal di tengah keunikan dirinya.

"Dia kini sudah lebih besar dan sudah mulai mengerti bahwa dia harus tetap minum susu agar tetap hidup. Kini dia tak lagi malu dengan kondisinya," ujar Karen bahagia.

Sebagai tambahan susu dan bubuk jagung, yang oleh kawan-kawannya disebut "Susu Spesial Holly", sepanjang hari gadis cilik ini harus secara teratur mengunyah cokelat dan makanan manis lainnya.

"Saya yakin dia adalah satu-satunya gadis di sekolah yang membawa dua batang cokelat di kotak makan siangnya," ujar Karen.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X