Pengaruh Obama Tak Signifikan

Kompas.com - 09/11/2012, 05:00 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS - Kepemimpinan awal Barack Obama di Amerika Serikat selama empat tahun ke depan tak akan berdampak banyak terhadap kondisi politik ekonomi Indonesia. Obama memiliki banyak pekerjaan rumah sehingga kebijakan utamanya akan diarahkan menangani persoalan dalam negeri.

Demikian benang merah diskusi ”Hasil Pemilu AS dan Implikasinya bagi Pemilu 2014” di Fadli Zon Library, Jakarta, Kamis (8/11). Hadir sebagai narasumber, Direktur Institute for Policy Studies Fadli Zon, Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Rachmat Pambudy, dan ekonom Dawam Rahardjo.

Fadli Zon mengamati, pada awal masa jabatan kedua ini Obama sibuk mengatasi berbagai persoalan dalam negeri seperti pengangguran, kondisi ekonomi makro, dan isu perubahan iklim. ”Persoalan luar negeri, apalagi hubungan bilateral dengan Indonesia, belum jadi prioritas,” ujarnya.

Untuk itu, Pemerintah Indonesia diminta tak terlalu berharap pada kebijakan ekonomi AS yang memihak seperti masuknya investasi skala besar. Persoalan fundamental yang harus dihadapi Obama saat ini terkait imigrasi, reformasi, jurang fiskal yang dalam, perubahan iklim, dan penciptaan lapangan kerja.

Senada dengan Fadli, ekonom Dawam Rahardjo menilai, banyaknya persoalan internal yang dihadapi AS semestinya mendorong Indonesia lebih mandiri. ”Indonesia terlalu bergantung pada bantuan luar negeri terutama AS. Padahal, politik luar negeri AS jelas cenderung imperialis yang menguntungkan kepentingan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Rachmat Pambudy, pengembangan agrikultur Indonesia awalnya berkiblat ke AS. Namun, akibat arah politik Indonesia di bawah Presiden Soekarno yang anti-AS, Filipina cenderung jadi rujukan.

Progresif

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait pemilihan umum 2014, para narasumber menilai, hasil pemilu AS akan menginspirasi pencarian masyarakat Indonesia pada figur progresif seperti Obama. Kemenangan Obama menandakan pemilih di negara demokrasi kian rasional dan tak memilih pemimpin berdasar latar belakang golongan tertentu.

”Masyarakat di negara demokratis mendambakan figur yang jujur, merakyat, namun tetap tegas dan cekatan,” ungkap Ramson Siagian, Direktur State Budget Watch, yang juga hadir dalam diskusi ini. Staf pengajar Universitas Azusa Pasific, California, Elwin Tobing, menilai, salah satu strategi kemenangan Obama yang dapat diadopsi di Indonesia adalah kampanye dari pintu ke pintu, langsung ke masyarakat.

(GRE)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X