Studi: 90 Persen Negara di Dunia Pernah Dijajah Inggris

Kompas.com - 05/11/2012, 16:59 WIB
EditorErvan Hardoko

LONDON, KOMPAS.com - Negara manakah yang paling banyak menjajah negara lain? Jika Anda menjawab Inggris, maka jawaban itu benar.

Sebuah studi terbaru menunjukkan 90 persen negara di dunia ternyata pernah dijajah Inggris. Dari sekitar 200 negara di dunia saat ini, hanya 22 negara yang sama sekali tak pernah dijajah Inggris, antara lain Guatemala, Tajikistan dan Kepulauan Marshall termasuk satu negara Eropa, Luksemburg.

Sejarah penjajahan Inggris itu dimuat dalam sebuah buku berjudul All Countries We've Ever Invaded: And the Few Never Got Round To, karya Stuart Laycock.

Untuk menulis buku ini, Stuart berkeliling dunia ke negara-negara yang pernah dijajah Inggris. Dia melakukan riset sejarah persinggungan sebuah negara dengan Inggris.

Namun, dari daftar negara itu hanya sebagian kecil yang benar-benar pernah menjadi wilayah Kekaisaran Inggris. Sementara negara lain dimasukkan ke dalam daftar, karena sedikit banyak Inggris pernah hadir di wilayah mereka.

Dari beberapa negara yang pernah "dijajah" Inggris, beberapa cukup mengejutkan misalnya:

- Kuba. Pada 1714, armada Inggris di bawah pimpinan Laksamana Edward Vernon terdampar di Teluk Guantanamo. Saat terdampar itu, Vernon menguban nama Guantanamo menjadi Teluk Cumberland, sebelum meninggalkan Kuba karena mendapatkan perlawanan warga lokal dan wabah penyakit yang menyerang anak buahnya. Lalu 21 tahun sesudah peristiwa itu, ibu kota Kuba, Havana jatuh ke tangan Inggris lewat pertempuran berdarah. Tapi Inggris kemudian mengembalikan Havana ke tangan Spanyol pada 1763.

- Islandia, diinvasi pada 1940 pasukan Inggris setelah negara netral itu menolak bergabung dengan sekutu dalam Perang Dunia II. Pasukan penyerbu berkekuatan 745 personil marinir mendapatkan protes keras pemerintah Islandia namun tidak menemui perlawanan.

- Vietnam juga pernah beberapa kali diserang Inggris sejak abad ke-17. Upaya terakhir adalah pada 1945-1946, saat Inggris melancarkan kampanye untuk merebut negara itu dari kendali komunis. Namun, keterlibatan Inggris di Vietnam tertutupi konflik lebih besar melawan Perancis dan Amerika Serikat.

Salah satu negara yang tidak pernah dijajah dalam daftar itu adalah Mongolia. Namun, Laycock tak bisa mendapatkan bukti sahih. Laycock menemukan bukti bahwa pasukan Inggris pernah berada 50 mil dari perbatasan Mongolia saat terlibat dalam krisis Revolusi Rusia. Namun, dia tak mendapatkan bukti apakah pasukan Inggris itu melintasi batas negara Mongolia atau tidak.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X