Kompas.com - 04/11/2012, 05:22 WIB
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

AMMAN, Kompas.com - Kelompok Ikhwanul Muslimin Yordania mengutuk perayaan Halloween yang diadakan di sebuah kafe di Amman sebagai "setan" dan homoseksual, sementara satu surat kabar melaporkan terjadi tindakan vandalisme di pesta itu.

"Kami melihat dengan jijik dan malu homoseksual tadi malam (Jumat) dan ritual setan di sebuah kafe Amman,"  kata Ikhwanul Muslimin dalam satu  pernyataan di lamannya, Sabtu (3/11/2012).

"Ini satu tantangan bagi nilai-nilai rakyat Yordania dan identitas Arab serta kemusliman mereka, dan juga pelanggaran hukum agama," katanya menambahkan.

Kelompok ini menuntut bahwa mereka yang mengorganisir pesta itu diadili untuk "tindakan-tindakan yang mengerikan" dan mengutuk bahwa peristiwa tersebut diperbolehkan untuk terus berlangsung ketika rakyat "dilanda kemiskinan dan di tengah krisis politik" di Yordania.

Sementara itu Surat kabar Al-Ghad melaporkan bahwa kekerasan meletus ketika "para pemuda yang marah berusaha mencegah pesta Halloween bertempat di kafe  Amman.

Dikatakan bahwa mereka mencoba menyerbu kafe itu, melempari batu dan membakar properti, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas sampai Sabtu pagi.

Tingkat kemiskinan mencapai 25 persen di kerajaan padang pasir, yang ibu kotanya Amman dikenal sebagai kota paling mahal di dunia Arab, berdasarkan beberapa penelitian independen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.