Kompas.com - 02/11/2012, 17:11 WIB
EditorKistyarini

Harian Israel menerbitkan sebuah wawancara dengan seorang anggota pasukan elit yang membunuh wakil pemimpin Palestina Yasser Arafat.

Selama ini Abu Jihad diyakini dibunuh oleh agen rahasia Israel di Tunisia pada 1988 tetapi Israel tidak pernah secara resmi mengakui hal itu.

Namun, badan sensor militer Israel akhirnya mengizinkan harian Yediot Ahronot menerbitkan wawancara dengan anggota komando Nahum Lev, yang mengaku membunuh Abu Jihad.

Lev meninggal pada 2000 dan pengakuannya tidak pernah dipublikasikan sampai sekarang.

Abu Jihad yang nama aslinya adalah Khalil al_Wazir mendirikan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dengan Yasser Arafat dan ia dituduh sebagai otak di balik sejumlah serangan mematikan terhadap Israel.

Wartawan BBC Kevin Connolly di Yerusalem mengatakan bahwa tidak seorang pun di Timur Tengah meragukan bahwa Israel berada di balik pembunuhan tersebut.

Ia mengatakan Yediot Ahronot bernegosiasi dengan badan sensor Israel selama berbulan-bulan untuk mendapat izin menerbitkan kisah itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Militer akhirnya memberikan izin karena mereka tidak mau harian tersebut memasukkan gugatan ke Mahkamah Agung.

"Israel membunuh dua orang di PLO, Abu Jihad di Tunisia pada 1988," kata surat kabar tersebut.

"Intelijen pembunuhan itu ditangani oleh Mossad (badan intelijen Israel) dan sisi operasionalnya dilakukan oleh Saveret Matkal (unit komando elit)."

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X