Kompas.com - 01/11/2012, 07:59 WIB
EditorEgidius Patnistik

MARGARET Chu (36) dari Manhattan melahirkan seorang bayi laki-laki, Cole, menjelang tengah hari Senin (29/10) di Pusat Medis Langone, Universitas New York, yang terletak tak jauh dari East River, New York.

Beberapa jam kemudian keadaan di rumah sakit itu menjadi mengkhawatirkan. Lampu berkedip-kedip dan jendela berguncang. Badai super Sandy datang mengamuk.

Di puncak amukan Sandy, air setinggi 2,5 meter menggenangi ruang bawah tanah rumah sakit itu, lalu generator listrik padam, dan generator cadangan tidak bisa berfungsi. Tidak ada pilihan selain mengevakuasi sekitar 300 pasien rumah sakit itu.

Para petugas penyelamat dan staf rumah sakit itu memulai operasi evakuasi Senin malam. Sebagian dari mereka harus bolak-balik sampai 15 kali melewati anak tangga yang gelap. Yang paling muda dan paling sakit dievakuasi pertama.

Yang dievakuasi awal antara lain 20 bayi di pusat perawatan khusus neonatal. Sebagian bayi yang baru lahir itu masih harus bernapas dengan bantuan respirator bertenaga baterai.

Chu yang didampingi suaminya, Gregory Prata, mampu berjalan menuruni 13 tingkat dengan bantuan staf rumah sakit dan petugas penyelamat yang menerangi jalan dengan senter.

Ia mengatakan, perempuan- perempuan lain yang melahirkan saat badai dibawa turun dengan tandu. ”Semua orang cukup tenang. Menurut saya, ini kekacauan yang terorganisasi,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Ini sebuah operasi yang sangat lama karena mereka harus memindahkan pasien satu demi satu. Tak ada lift dan sebagian pasien berada di lantai 15,” kata juru bicara rumah sakit, Lorinda Klein.

Karena lift tak beroperasi, para pasien yang sebagian sakit parah dibawa menuruni tangga. Lima belas jam setelah dimulai, operasi evakuasi itu diselesaikan. Para pasien dipindahkan ke sejumlah rumah sakit.

Di antara yang dipindahkan itu adalah Emma, bayi berusia tiga pekan yang lahir prematur. Ibunya, Luz Martinez (42), dari Roosevelt Island berada di rumah, memulihkan diri dari operasi caesar ketika dia menyadari bayinya dipindahkan. Namun, ia tak bisa menghubungi RS.

Bersama suaminya, Martinez, ia bergegas naik mobil menuju rumah sakit, tetapi banjir dan jembatan yang ditutup menghalangi mereka. Saat itu NYU menelepon ke ponselnya untuk memberi tahu Emma dibawa ke RS Mount Sinai.

Orangtua yang ketakutan itu tak juga bisa ke sana. Mereka menelepon Mount Sinai sampai dini hari untuk tahu keadaan bayi mereka, dan baru bertemu pagi harinya. ”Emma baik-baik saja,” katanya lega, memuji staf kedua rumah sakit.(AP/Reuters/DI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.