Kompas.com - 31/10/2012, 12:24 WIB
|
Editoryunan

KOMPAS.com — Badai Sandy yang membuat lumpuh kota-kota jantung dunia seperti New York memicu banyak pihak berkomentar dan berefleksi. Refleksi yang muncul antara lain betapa badai tersebut mengingatkan umat manusia akan dampak perubahan iklim.

Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, adalah salah satu pihak yang dalam refleksinya mengaitkan kontribusi perubahan iklim dalam besarnya dampak badai Sandy. Meskipun secara ilmiah belum terbukti, ia meyakini bahwa badai Sandy tak cuma dipengaruhi faktor cuaca.

Tulisan Al Gore sebagaimana dimuat dalam blog pribadinya, blog.algore.com adalah sebagai berikut.


Minggu ini, bangsa kita (Amerika serikat-red) dengan penuh kegelisahan melihat bagaimana badai Sandy menghantam Pantai Timur dan menyebabkan kerusakan di banyak wilayah—berdampak pada jutaan orang. Kini lebih dari sebelumnya, tetangga kita membutuhkan bantuan. Tolong pertimbangkan untuk memberikan donasi atau menjadi sukarelawan bagi organisasi kemanusiaan lokal.

Gambaran banjir yang diakibatkan badai Sandy mengingatkan kita pada bencana yang sama—walaupun dalam skala lebih kecil— yang terjadi di Nashville dua tahun lalu. Ada curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir, malapetaka, dan menenggelamkan beberapa wilayah di kampung halaman saya. Bagi saya, banjir di Nashville luar biasa. Bagi banyak pihak, badai Sandy membuktikan peristiwa yang sama: waktu di mana krisis iklim—yang kadang terasing jauh dari kesadaran keseharian kita—benar-benar menjadi kenyataan.

Walaupun badai yang menerjang Nashville bukanlah siklon tropis seperti badai Sandy, kedua badai diperkuat oleh perubahan iklim. Ilmuwan mengatakan pada kita bahwa dengan membuang 90 juta ton polusi gas rumah kaca ke atmosfer setiap harinya, kita mengubah lingkungan di mana semua badai terbentuk. Seiring atmosfer dan lautan menghangat, badai akan menjadi lebih berenergi dan kuat. Badai Sandy dan banjir di Nashville mengingatkan kita pada hal tersebut. Bencana lain terkait iklim telah membawa pesan yang sama pada ratusan juta orang.

Badai Sandy juga diakibatkan oleh gejala lain dari krisis iklim. Seiring badai bergerak mendekati Pantai Timur, badai memungut energi dari air lautan yang secara abnormal hangat. Pada saat yang sama, banjir akibat badai diperburuk oleh kenaikan ketinggian permukaan air laut. Ilmuwan mengatakan pada kita bahwa jika kita tidak mengurangi emisi, masalah akan menjadi semakin buruk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Badai Sandy adalah sinyal bahwa hal tersebut akan terjadi. Kita harus mengindahkan peringatan tersebut dan bergerak cepat menyelesaikan krisis iklim. Energi "kotor" menyebabkan cuaca yang juga "kotor".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.