Kompas.com - 30/10/2012, 21:10 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Industri vaksin dan obat-obatan di Indonesia bisa terganjal dengan ketentuan RUU Jaminan Produk Halal. PT Bio Farma sebagai satu-satunya produsen vaksin di Tanah Air berpotensi kehilangan pendapatan, jika UU Jaminan Produk Halal diberlakukan.
     
"Memang ada semangat yang bagus untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat halal, tetapi kita harus didukung oleh industri dasarnya," kata Direktur Utama PT Bio Farma, Iskandar, saat memberi keterangan kepada pers menjelang Konferensi Ke-13 Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN) di Kuta, Bali, Selasa (30/10/2012).
      
Menurut dia, kalau nantinya RUU itu disahkan menjadi undang-undang, maka industri vaksin dan obat-obatan di Indonesia bisa "mati kutu" karena bahan bakunya sampai 95 persen masih tergantung pada luar negeri. Untuk itu, pihaknya mengusulkan dalam konteks obat-obatan, hendaknya vaksin jangan dimasukkan dalam kategori halal atau haram.
      
"Kami mengusulkan sebaiknya obat-obatan jangan dulu dimasukkan, sampai industri di dalam negeri siap membuat bahan baku sendiri," ujarnya.
      
Iskandar khawatir pemberlakuan pada industri obat dan vaksin justru akan bersifat kontraproduktif dengan kebijakan negara yang mendorong agar industri di Tanah Air semakin maju. "Dampak teknis dari RUU tersebut, komponennya harus harus diperiksa satu per satu, halal atau tidak," tambahnya.
     
Iskandar mengusulkan, labelisasi halal sebaiknya lebih dahulu diterapkan untuk produk makanan.  Pasalnya, pengawasan untuk produk makanan relatif mudah dilakukan dibanding obat-obatan.  

Labelisasi halal, baik oleh pemerintah maupun MUI (Majelis Ulama Indonesia) pada produk obat dan vaksin, menurutnya, berpotensi menghambat industri obat-obatan dalam negeri. Hal ini mengacu definisi MUI, bahwa produk halal tidak berasal dari bahan baku yang kontak dengan enzim babi.

Meski belum melakukan kalkulasi secara resmi, Iskandar memperkirakan dampak pemberlakuan UU Jaminan Produk Halal akan membuat PT Bio Farma berpotensi kehilangan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun.  

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

Oh Begitu
Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Oh Begitu
Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun, Berapa Dosisnya?

Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun, Berapa Dosisnya?

Oh Begitu
Kasus Positif Covid-19 pada Anak Meningkat, Kemenkes: Sekolah Harus Perhatikan Prokes

Kasus Positif Covid-19 pada Anak Meningkat, Kemenkes: Sekolah Harus Perhatikan Prokes

Oh Begitu
Bumi Berputar Lebih Cepat atau Lebih Lambat? Ini Kata Ahli

Bumi Berputar Lebih Cepat atau Lebih Lambat? Ini Kata Ahli

Oh Begitu
Presiden Jokowi: Perubahan Iklim Semakin Kritis dan Penting Diatasi Segera

Presiden Jokowi: Perubahan Iklim Semakin Kritis dan Penting Diatasi Segera

Oh Begitu
Menkes Budi: YouTube Periksa Bantu Tingkatkan Sumber Informasi Kesehatan yang Kredibel

Menkes Budi: YouTube Periksa Bantu Tingkatkan Sumber Informasi Kesehatan yang Kredibel

Oh Begitu
4 Gangguan Menstruasi dan Penyebabnya

4 Gangguan Menstruasi dan Penyebabnya

Oh Begitu
Jangan Lewatkan Sturgeon Moon Hari Ini, Fenomena Supermoon Terakhir di 2022

Jangan Lewatkan Sturgeon Moon Hari Ini, Fenomena Supermoon Terakhir di 2022

Oh Begitu
Apa Itu Eksositosis?

Apa Itu Eksositosis?

Oh Begitu
Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Oh Begitu
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.