Ikan di Fukushima Masih Terkontaminasi Cesium

Kompas.com - 27/10/2012, 02:47 WIB
Editor

Tokyo, Jumat - Ikan yang ditangkap di pantai timur daerah Prefektur Fukushima, Jepang, masih terkontaminasi bahan nuklir cesium. Sekitar 40 persen ikan yang ditangkap di daerah itu berisiko bila dikonsumsi. Gempa bumi Tohoku, 11 Maret 2011, merusak pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima.

Temuan itu mengindikasikan, PLTN Dai-ichi masih mengeluarkan polusi bahan nuklir. Data itu diungkapkan ahli kimia laut AS, Ken Buesseler, pada Jurnal Science. Tingkat kontaminasi cesium (Cs) melampaui batas yang diizinkan Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MIFFA), yaitu 100 becquerel per kilogram (Bq/kg) ikan basah. Becquerel menunjuk tingkat aktivitas nuklir (kecepatan membelah diri inti atom).

Menurut Buesseler ada dua sumber kontaminasi. ”Kebocoran ke laut, dari air tanah dari bawah Fukushima, dan kontaminasi di sedimen lepas pantai,” ujarnya kepada BBC News, Jumat (26/10), di Tokyo. ”Ini bersifat jangka panjang dan butuh pemantauan berpuluh tahun.”

Biasanya kandungan Cs tak tinggal pada jaringan tubuh ikan laut. Masih terdeteksinya Cs pada tubuh ikan berarti sumber polusi masih ada.

Diduga Cs terakumulasi di sedimen di dasar laut, pada cacing, dan binatang lunak lain yang hidup di sedimen laut. ”Seperti kepiting dan kerang di dasar laut yang memakan partikel. Akumulasi Cs meningkat karena mereka hidup di dasar laut,” ujarnya.

Sejak kebocoran, setiap bulan dibuat laporan rinci tentang tingkat kandungan Cs pada ikan dan produk laut lain. Kandungan Cs berbeda-beda pada tiap jenis ikan. Tingkat kontaminasi menentukan berapa lama aktivitas perikanan di tempat itu ditutup.

Yang mengkhawatirkan, menurunnya konsentrasi Cs di perairan tak diikuti menurunnya kontaminasi Cs pada ikan. ”Fakta tak ada penurunan signifikan kontaminasi pada ikan mengisyaratkan ikan ini terpapar pada suplai Cs yang konstan,” ujar Nicholas Fisher, ahli kelautan dari Stony Brook University di New York. Kelompoknya mendeteksi Cs turunan dari Fukushima berjumlah kecil pada ikan tuna sirip biru di pantai California.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(BBC.co.uk/news.discovery.com/ISW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.