Kompas.com - 26/10/2012, 19:48 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

BANDUNG, KOMPAS.com — Jemaah Ahmadiyah di Masjid An-Nashir, Bandung, yang mendapat penyerangan dari sekurangnya 30 orang kemarin malam, mengaku dipaksa oleh polisi untuk menandatangani surat pernyataan.

Di dalam surat itu disebutkan, umat Ahmadiyah tidak akan melakukan peribadahan terkait Idul Adha, baik shalat Idul Adha maupun penyembelihan hewan kurban.

"Kami dipaksa polisi untuk menandatangani surat penyataan, meski bagaimanapun kami tidak mau melakukannya, sampai akhirnya kami ditahan semalaman," tegas Mubalig Masjid An-Nashir Abdul Wahid Yaura kepada wartawan seusai konferensi pers, di Rumah Makan Resep Moyang, Jalan Pahlawan, Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/10/2012).

Surat pernyataan itu muncul setelah ada permintaan dari kelompok penyerang kepada pengikut aliran Ahmadiyah di sana. Menurut Yaura, pihak kepolisian berkilah, penandatanganan itu harus dilakukan demi alasan keamanan. Namun, akibat tak mau menandatangani surat itu, polisi tidak mengizinkan tiga jemaah Ahmadiyah itu untuk pulang. Ketiganya adalah mubalig Masjid An-Nashir Abdul Wahid Yaura, Irfan, dan Mujib.

Akhirnya, pada Jumat sekitar pukul 09.00 WIB, beberapa jemaah Ahmadiyah lain menjemput ketiga mubalignya itu. Polisi pun kemudian mengizinkan ketiganya pulang. "Jika kami tidak dijemput, mungkin tidak akan pulang, kita juga di kantor polisi tidak tahu statusnya apa," tandas Yaura.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Masjid An-Nashir yang berada di kawasan Astanaanyar, Bandung, diserang oleh sekelompok orang pada Kamis malam. Kelompok ini merusak gerbang masjid, memecahkan beberapa kaca jendela, dan mengobrak-abrik barang-barang di dalam masjid yang telah berdiri sejak tahun 1948 itu.

***
Ikuti Perkembangan Berita ini dalam topik: PENYERANGAN AHMADIYAH DI BANDUNG

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.