Kompas.com - 25/10/2012, 10:11 WIB
EditorKistyarini

SEOUL, KOMPAS.com — Seorang pejabat tinggi militer Korea Utara dilaporkan dieksekusi dengan cara ditembak mortir beberapa waktu lalu. Media Korea Selatan melaporkan, perwira itu dihukum karena menenggak alkohol dalam 100 hari masa perkabungan kematian Kim Jong Il.

Kim Chol, yang menjabat sebagai wakil menteri angkatan bersenjata, ditahan awal tahun lalu atas perintah Kim Jong Un, putra mediang Kim Jong Il, yang diangkat menjadi pemimpin pascameninggalnya sang ayah.

Bunyi perintah Kim Jong Un, "Tidak boleh ada bekas sedikit pun dari Kim Chol, bahkan rambutnya pun tidak boleh berbekas". Kim Chol kemudian disuruh berdiri di satu tempat yang menjadi sasaran bidik mortir.

Eksekusi terhadap Kim Chol itu hanya satu contoh dari pembersihan anggota militer atau partai Korea Utara (Korut) yang dianggap mengancam rezim Kim Jong Un.

Sejauh ini, 14 pejabat senior menjadi korban program bersih-bersih ini, menurut data intelijen yang diperoleh Yoon Sang Hyun, anggota Komisi Hubungan Luar Negeri, Perdagangan dan Unifikasi Korea Selatan.

Korban-korban pembersihan itu antara lain Ri Yong Ho (kepala angkatan bersenjata) dan Ri Kwang Gon (gubernur bank sentral Korut).

Para analis berpendapat, Kim Jong Un berusaha mengonsolidasikan basis kekuasaannya dan menghalangi kritik atas kemudaan dan ketidakberpengalamannya. Kim diyakini masih berusia 28 atau 29 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketika Kim Jong Un menjadi pemimpin Korut, menyusul masa berkabung atas kematian ayahnya di akhir Desember, para pejabat tinggi militer mulai menghilang," kata sebuah sumber yang dikutip surat kabar Chosun Ilbo.

"Dari informasi yang dihimpun sepanjang bulan lalu, kami menyimpulkan bahwa lusinan pejabat militer sudah dibersihkan," lanjut sumber itu.

Dilaporkan juga bahwa Kim Jong Un memerintahkan pejabat-pejabat yang loyal untuk mencari cara atas alasan kesalahan sepanjang masa berkabung itu untuk mengenyahkan orang-orang yang berpotensi menjadi lawan.

Beberapa pejabat lain dieksekusi di hadapan regu tembak, termasuk Ryu Kyong, seorang pakar intelijen.

Sejak ditunjuk ayahnya untuk berkiprah di lingkar kekuasaan pada September 2010, Kim dilaporkan menjadi dalang atas setidaknya penghilangan 31 pejabat senior.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.