Kompas.com - 23/10/2012, 11:16 WIB
EditorErvan Hardoko

BEIRUT, KOMPAS.com - Pasukan Lebanon diterjunkan di kawasan mayoritas Sunni di Beirut, saat kekerasan sektarian meledak. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran baru setelah seorang pejabat intelijen Lebanon tewas dalam aksi bom mobil yang diduga didalangi Suriah, pekan lalu.

Militer Lebanon mengatakan enam orang terluka saat tentara melakukan penyisiran, Selasa (23/10/2012), dini hari di distrik Tariq Jdideh, saat mengejar sekelompok orang bersenjata.

Tentara terpaksa melepaskan tembakan balasan setelah diserang saat mereka mencoba membersihkan jalanan yang menuju ke distrik yang dikenal sebagai basis pemimpin oposisi, Saad Hariri.

Meski perdana menteri Lebanon menyerukan agar rakyat tidak berada jalanan, namun para pendukung Saad Hariri itu tak mengindahkannya dan terus mencoba membersihkan jalan yang menuju ke distrik itu.

Sementara itu, kerusuhan juga pecah di kota pelabuhan Tripoli. Pertempuran antara kelompok anti dan pro-Presiden Suriah Bashar al-Assad tak terhindarkan dan mengakibatkan sedikitnya tujuh orang tewas.

Kerusuhan di Tripoli terus terjadi saat tensi politik dari negeri tetangga, Suriah, merembes masuk. Lebanon dalam situasi 'kritis' sejak pembunuhan kepala intelijen Lebanon, Jenderal Wissam al Hassan, pekan lalu.

Aksi bom itu memunculkan spekulasi bahwa Perdana Menteri Lebanon, Najib Makati. yang kabinetnya dikuasai sekutu Suriah, Hizbullah, akan mengundurkan diri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X