Internet Mengakhiri 80 Tahun Sejarah "Newsweek"

Kompas.com - 19/10/2012, 15:03 WIB
EditorEgidius Patnistik

Begitu memasuki tahun 2013, ruang yang biasanya ditempati majalah Newsweek di kios-kios majalah atau lapak-lapak koran di seluruh dunia akan kosong, tak terisi lagi. Pasalnya, Newsweek menghentikan terbitan edisi cetaknya setelah 80 tahun sejarah keberadaannya. Majalah itu akan beralih ke format serba digital untuk menyasar pembaca online melalui tablet, smartphone, dan desktop.

Majalah berita mingguan berpengaruh itu, Kamis (18/10/2012), mengumumkan, pihaknya akan menerbitkan edisi cetak terakhirnya pada 31 Desember. Setelah itu, Newsweek tak berdaya lagi di bawah tekanan yang menimpa industri media cetak pada umumnya dan majalah mingguan pada khususnya.

Dengan begitu, Newsweek menjadi korban terbaru dari dunia yang terus berubah cepat, di mana pembaca kini mendapatkan lebih banyak informasi dari situs web, tablet, dan smartphone. Ini juga menandai suatu situasi di mana para pengiklan mencari alternatif yang lebih murah dan itu adalah online.

Newsweek, yang didirikan tahun 1933, telah membangun tempat terhormat dalam lanskap media Amerika. Majalah itu bersaing keras dengan majalah Time dan setiap minggu terbit untuk membawa berita utama ke beberapa juta pembaca. Pada era pra-internet, sebelum aliran konstan informasi real-time tersedia, pembaca sangat menunggu-nunggu kehadiran dua majalah itu. Pembaca ingin tahu apa berita utama yang akan disajikan dua majalah itu, apakah keduanya akan menampilkan topik yang sama. Namun, itu dulu.

Dalam sebuah pengumuman yang di-posting di situs web The Daily Beast, yang merjer dengan Newsweek dua tahun lalu, Newsweek mengatakan, publikasi online-nya akan disebut Newsweek Global. Versi digital tersebut "akan menjadi edisi tunggal di seluruh dunia yang menyasar pembaca yang sangat mobile yang ingin tahu tentang peristiwa-peristiwa dunia". Versi digital itu tidak gatis, yang mau berlangganan harus bayar. Beberapa artikel Newsweek akan muncul di The Daily Beast, yang akan terus sebagai situs web gratis.

Pengumuman tersebut dibuat pemimpin redaksi Newsweek, Tina Brown, dan CEO The Newsweek Daily Beast Co, Baba Shetty. Keduanya dalam pernyataan bersama mengatakan, "Dalam penilaian kami, kami telah mencapai sebuah titik kritis di mana kami bisa paling efisien dan efektif menjangkau pembaca kami dalam format serba digital."

Newsweek berusaha untuk mengambil keuntungan dari pertumbuhan cepat penggunaan tablet dan e-readers. "Penggunaan tablet berkembang cepat di antara para pembaca kami," kata pernyataan tersebut. Karena itu, Newsweek ingin menggunakan kesempatan tersebut dengan beralih ke format digital. "Keputusan ini tidak terkait dengan kualitas brand atau jurnalisme, yang memang kuat selama ini. Ini semata tentang tantangan ekonomi media cetak dan distribusi," tambah pernyataan itu. "Kami melakukan transisi terhadap Newsweek, kami tidak mengatakan selamat berpisah," tulis mereka.

Brown mengatakan, keputusan itu tak terelakkan. "Anda tidak bisa mengubah sebuah era inovasi yang memberi dampak sangat besar," katanya seperti dikutip New York Times. "Tak seorang pun dapat membalikkan tren itu. Anda tidak bisa mengembalikan apa yang merupakan tren yang tak terhindarkan."

Keputusan Newsweek itu tidak mengejutkan. Barry Diller, kepala perusahaan yang memiliki Newsweek, mengumumkan pada Juli bahwa media itu sedang menganalisis masa depannya sebagai majalah cetak mingguan. Diller mengatakan ketika itu bahwa memproduksi sebuah majalah berita mingguan dalam bentuk cetak pada saat ini tidak mudah.

Edisi cetak Newsweek sesungguhnya telah lama kehilangan relevansi saat para pembaca berbondong-bondong beralih ke sumber-sumber berita baru, sumber-sumber digital.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X