Kompas.com - 18/10/2012, 10:22 WIB
EditorErvan Hardoko

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Serikat Masyarakat Surat Kabar Pakistan mengecam Taliban yang dianggap berupaya mengekang kebebasan pers dengan mengancam media di Pakistan.

Sejumlah organisasi media mendapat ancaman sehubungan dengan peliputan atas penembakan murid sekolah, Malala Yousufzai, yang memperjuangkan pendidikan untuk perempuan.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Rabu (17/10/2012), Serikat Masyarakat Surat Kabar Pakistan menyatakan ancaman seperti itu diarahkan untuk mengekang kebebasan pers.

Adapun Malala saat ini berada di Inggris untuk mendapatkan perawatan khusus di sebuah rumah sakit di Birmingham, yang memiliki spesialisasi dalam penanganan trauma.

Dia ditembak di bagian kepalanya ketika sedang dalam perjalanan ke sekolah dan banyak pihak yang memuji keberaniannya dan menyatakan dukungan secara terbuka.

Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, menyebutnya sebagai lambang kebaikan yang terdapat dalam diri manusia.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Pakistan mengatakan pemerintah menerima informasi tentang ancaman yang disampaikan kepada berbagai organisasi media yang melaporkan berita tentang Malala. Sejalan dengan itu, pemerintah juga mengatakan akan meningkatkan keamanan.

Tetap jadi sasaran

Bagaimanapun kelompok Taliban di Pakistan sudah menyatakan akan tetap menjadikan media sebagai sasaran atas apa yang mereka sebut sebagai 'mempromosikan cara berpikir Barat'.

BBC mengatakan sudah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi karyawan dan operasinya di Pakistan. Perkembangan situasi akan terus dimonitor oleh BBC dan siaran berita ke Paksitan akan tetap dijalankan.

Dalam perkembangan terpisah, Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, menyampaikan pernyataan mengutuk serangan terhadap Malala dan menyebutnya sebagai konspirasi melawan Islam dan kemanusiaan.

"Serangan terhadap Malala dipertimbangkan sebagai serangan terhadap semua anak perempuan, dan warga Afghanistan merasakan kepedihan atas tragedi yang berlangsung itu," tutusnya dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke salah seorang anggota senat Pakistan, seperdi dikutip kantor berita Pakistan, APP.

Dalam pernyataan itu, Hamid menyatakan bahwa serangan terhadap Malala amat bertentangan dengan norma Islam dan tradisi Pashtun yang dengan tegas melarang kekerasan terhadap perempuan, khususnya anak perempuan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.