Kompas.com - 12/10/2012, 11:18 WIB
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Apakah ada korelasi antara makan cokelat dan peraih Nobel dari sebuah negara? Ternyata pertanyaan sederhana ini menjadi sebuah penelitian serius yang hasilnya diterbitkan jurnal kesehatan bergengsi, The New England Journal of Medicine.

Flavonoid dan anti-oksidan yang ditemukan dalam cokelat, teh hijau, anggur merah, dan sejumlah buah-buahan tampaknya efektif untuk memperlambat penurunan performa kognitif yang menurun bersamaan dengan bertambahnya usia.

Demikian ditulis Profesor Franz Messerli dari Universitas Columbia, New York, dalam jurnal tersebut.

"Karena mengonsumsi cokelat secara teori bisa meningkatkan fungsi kognitif tak hanya bagi individu, tetapi bagi seluruh populasi. Saya menduga ada korelasi antara level konsumsi cokelat per kapita di sebuah negara dengan kemampuan kognitif populasinya secara umum," papar Messerli.

Hasil penelitian itu sangat mengejutkan karena Messerli menyimpulkan terdapat hubungan erat antara konsumsi per kapita dan jumlah pemenang Nobel negara itu.

"Ada hubungan erat antara konsumsi cokelat dan jumlah peraih Nobel per 10 juta penduduk di 23 negara," demikian kesimpulan Messerli.

Suku Aztec dan Maya sudah lama mengolah biji cokelat menjadi minuman. Saat suku Aztec dan Maya ditaklukkan Spanyol, cokelat menyebar di Eropa pada abad ke-16. Lalu Swiss menciptakan cokelat batangan pada abad ke-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dan, Swiss ternyata menjadi yang teratas dalam urusan konsumsi cokelat dan menghasilkan peraih penghargaan Nobel.

Swiss menghasilkan 25 peraih Nobel dari hanya sekitar 7 juta penduduknya. Dengan skala yang disusun Messerli maka Swiss berada di urutuan teratas, yaitu dengan 31 orang peraih Nobel untuk tiap 10 juta orang penduduk.

Kemudian menyusul di tempat berikutnya adalah Amerika Serikat, Perancis, dan Jerman. Sedangkan di peringkat bawah terdapat China, Jepang, dan Brasil.

Amerika Serikat sebenarnya sudah menghasilkan 336 pemenang Nobel sejauh ini. Namun, dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 313 juta, AS hanya menghasilkan sembilan peraih nobel per 10 juta penduduknya.

Tetapi, lanjut Messerli, Swedia menjadi pengecualian penelitian ini.

"Swedia mengonsumsi 6,4 kg cokelat per kapita tiap tahunnya. Seharusnya, Swedia menghasilkan 14 peraih Nobel. Namun, ternyata Swedia menghasilkan lebih banyak peraih Nobel," kata Messerli.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.