Majalah Anak-anak Ulas Cara Bikin Bom Molotov - Kompas.com

Majalah Anak-anak Ulas Cara Bikin Bom Molotov

Kompas.com - 11/10/2012, 08:18 WIB

TUNIS, KOMPAS.com — Majalah anak-anak sering menampilkan cara membuat berbagai macam pekerjaan tangan. Namun, majalah anak-anak Tunisia yang satu ini berbeda, mereka menyajikan artikel mengenai bagaimana membuat bom molotov.

Edisi terbaru majalah Qaws Quzan, yang dalam bahasa Arab berarti pelangi, menampilkan artikel tentang sejarah bom molotov. Tak hanya sejarahnya, artikel rubrik ”Pojok Pengetahuan” itu juga dilengkapi dengan cara pembuatan dan diagram bom molotov.

”Ini merupakan senjata ampuh dan sering digunakan dalam kerusuhan serta sabotase karena sangat mudah dibuat dan digunakan,” demikian antara lain isi artikel tersebut.

Majalah itu selama puluhan tahun dibaca oleh anak-anak lelaki dan perempuan di Tunisia yang berusia antara 5 dan 15 tahun. Majalah itu tidak memiliki orientasi politik tertentu. Namun, artikel itu sangat menyentak di negara yang sempat rusuh dan memicu gerakan Arab Spring.

Kementerian Wanita dan Keluarga menyatakan, artikel tersebut telah merasuki dan membahayakan pikiran anak-anak dengan kekerasan dan terorisme. Kementerian itu menyatakan akan menyelidiki dan menuntut penerbit serta semua pihak yang terlibat dalam penerbitan edisi tersebut. Sementara itu, hakim akan memutuskan tuduhan apa yang akan dijatuhkan kepada majalah anak-anak itu. Gawat deh.... (Reuters/Joe)


EditorEgidius Patnistik
Komentar

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X