Kompas.com - 10/10/2012, 16:13 WIB
EditorKistyarini

NAIROBI, KOMPAS.com Presiden Kenya memveto keputusan parlemen negara itu untuk membagikan bonus hingga 100.000 dollar AS bagi anggota parlemen pada akhir masa tugas tahun depan.

Presiden Mwai Kibaki mengatakan, Selasa (9/10/2012), tindakan yang diambil parlemen itu tidak konstitusional dan tidak bisa diterima dalam kondisi ekonomi negara yang buruk seperti saat ini.

Kibaki mencatat kenaikan gaji guru dan dokter baru-baru ini. Dikatakannya, Kenya memerlukan sumber daya yang besar untuk menerapkan konstitusi baru dan memenuhi kebutuhan lain di perekonomian.

Pekan lalu, parlemen Kenya diam-diam memutuskan memberi bonus besar pada diri mereka sendiri. Keputusan itu menimbulkan kemarahan rakyat.

Parlemen Kenya beranggota 222 orang dan gaji mereka sekitar 120.000 dollar AS per tahun. Sementara penghasilan terendah di ibu kota negara, Nairobi, sekitar 1.500 per tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.