Kompas.com - 05/10/2012, 10:03 WIB
EditorErvan Hardoko

RABAT, KOMPAS.com - Satu kelompok pegiat perempuan Belanda yang menawarkan aborsi di kapal mereka dilarang merapat ke pelabuhan Smir, Maroko.

Women on Waves -atau Perempuan Dalam Gelombang- memberikan layanan aborsi dan konsultasi di perairan internasional di dekat negara-negara yang melarang aborsi.

Pemimpinnya, Rebecca Gomperts, mengatakan kepada BBC bahwa mereka akan melancarkan 'sebuah kejutan' untuk menanggapi larangan itu.

Dia mengatakan seluruh kawasan pelabuhan diblokade dan tak seorang pun bisa memasukinya. Gomperts sudah lebih dulu tiba di Maroko dengan menggunakan pesawat terbang.

Kelompoknya mengaku berlayar ke Maroko karena diundang oleh sebuah kelompok kaum muda Maroko, Gerakan Alternatif Untuk Kebebasan Individu.

Namun Kementerian Kesehatan Maroko, Rabu (03/10), mengatakan kapal tidak akan dibolehkan beroperasi di negara itu dan meminta pihak berwenang untuk menegakkan hukum.

Negara Islam pertama

Kapal milik Women on Waves berlayar dari Belanda sejak Senin dan rencananya merapat hari Kamis (04/10).

Dalam pernyataanya, mereka mengatakan bisa memberikan layanan aborsi yang sah di kawasan perairan internasional kepada perempuan dengan usia kehamilan sampai enam setengah minggu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tujuan ke Maroko adalah untuk mempromosikan bahwa obat pemicu aborsi sebenarnya tersedia di Maroko namun banyak perempuan yang tidak mengetahuinya.

Selain itu juga sudah dibuka jalur telepon untuk mendapatkan informasi tentang kontrasepsi dan aborsi walau Rebecca Gomperts tidak menyebutkan berapa banyak telepon yang masuk ke jalur itu.

Selama 11 tahun belakangan, Women on Waves, sudah berkunjung ke Irlandia, Portugal, serta Spanyol dan memicu protes dari para pegiat antiaborsi.

Mereka berpendapat bahwa aborsi gelap yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi justru membawa risiko bagi perempuan.

Maroko merupakan negara Islam pertama yang menjadi tujuan Women on Waves dan menurut mereka data pemerintah Maroko memperlihatkan setiap harinya tercatat sekitar 600 hingga 800 aborsi di negara itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X