Gubernur Tokyo Bisa Picu Krisis Baru

Kompas.com - 05/10/2012, 02:23 WIB
Editor

Tokyo, Kamis - Tekad Gubernur Tokyo yang beraliran nasionalis, Shintaro Ishihara, untuk tetap membangun berbagai infrastruktur di pulau-pulau sengketa di Laut China Timur dikhawatirkan bisa memicu ketegangan baru antara Jepang dan China.

Dua pejabat Jepang yang dekat dengan Ishihara mengatakan, di Tokyo, Kamis (4/10), Gubernur Tokyo tersebut berencana membangun berbagai infrastruktur standar di kepulauan yang dinamakan Senkaku oleh Jepang atau Diaoyu oleh China.

Akiko Santo, anggota majelis tinggi parlemen Jepang dari partai oposisi Partai Demokrat Liberal (LDP), mengatakan, Ishihara akan mencoba mencari dukungan pemerintahan baru di Jepang pascapemilu nanti. Dia berniat memanfaatkan dana hasil patungan yang sedianya dimaksudkan untuk membeli pulau-pulau sengketa itu.

Ishihara mengumumkan niat membeli tiga pulau di Senkaku dari seorang pemilik pribadi, April lalu, setelah ia menilai Pemerintah Jepang saat ini terlalu lembek dalam menghadapi China. Sebulan kemudian, dia membuka rekening dana Senkaku dan berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar 1,47 miliar yen (sekitar Rp 179,23 miliar) dari sekitar 100.000 donatur.

Langkah gubernur berusia 80 tahun inilah yang memicu pemerintah pusat Jepang di bawah Perdana Menteri (PM) Yoshihiko Noda mendahului membeli pulau-pulau tersebut. Kabinet Noda resmi membeli tiga dari lima pulau di Senkaku, 11 September lalu, dengan harga 2,05 miliar yen.

Noda khawatir jika Ishihara yang menguasai pulau-pulau itu, ketegangan dengan China akan makin tak terkendali. Pasalnya, dia tidak hanya ingin memiliki tetapi juga membangun berbagai infrastruktur di pulau-pulau sengketa itu.

Garis keras

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, menurut Santo dan Wakil Gubernur Tokyo Naoki Inose, keinginan Ishihara belum pupus meski rencana pembeliannya gagal. Ia berharap LDP, yang konservatif, menang dalam pemilu mendatang dan akan menerima gagasan garis kerasnya.

Ishihara berniat membangun mercu suar, menara pemancar radio, dan berbagai fasilitas dasar pelabuhan di Senkaku. Menurut mereka, berbagai infrastruktur itu akan meningkatkan keselamatan para nelayan Jepang.

”Dengan pemerintahan Ishiba atau Abe, kami dapat menggunakan dana yang telah kita kumpulkan itu untuk membangun semacam tempat perlindungan nelayan, atau pemancar atau mercu suar,” papar Inose mengacu kepada Ketua LDP Shinzo Abe dan penasihat utama Abe, Shigeru Ishiba, yang disebut-sebut akan menjadi PM Jepang berikutnya.

Sementara itu, kapal-kapal pengawas kelautan China dilaporkan masih berada di sekitar kepulauan sengketa, Rabu. Menurut harian The Japan Times, Penjaga Pantai Jepang melaporkan kapal-kapal itu mendekati perairan teritorial yang diklaim Jepang pada pukul 12.30-12.50.

Menurut kantor berita China Xinhua, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei menegaskan, kapal-kapal China akan terus berpatroli di perairan sengketa itu. Hong juga menuduh kelompok ”sayap kanan” di Jepang telah memprovokasi masalah di kawasan Diaoyu.

(Reuters/BBC/DHF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.