Kompas.com - 04/10/2012, 16:30 WIB
EditorKistyarini

JERUSALEM, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan, Kamis (4/10/2012), dia percaya gerakan "Arab Spring akan diikuti Persian Spring," dengan sanksi internasional dijatuhkan pada Iran memicu kerusuhan domestik.

Pernyataan itu dilontarkan sehari setelah terjadi bentrokan di pusat Teheran yang merupakan kerusuhan pertama yang dipicu jatuhnya mata uang Iran. Mata uang Iran kehilangan separuh nilainya sejak pekan lalu, setelah sanksi-sanksi Uni Eropa dan Amerika Serikat mulai berdampak.

"Arab Spring akan diikuti Persian Spring, ketidakstabilan akan menyebar di Iran, dan tidak hanya di Teheran," kat Lieberman kepada radio militer Israel.

"Tidak diragukan lagi bahwa gerakan protes itu akan makin kuat dengan kian dekatnya masa pemilihan presiden musim panas tahun depan," imbuhnya.

"Rezim Iran sudah mencapai titik kritis. Sanksi internasional tidak akan meyakinkan para pemimpin negeri itu untuk menghentikan program nuklir mereka, tapi yang penting adalah rakyat Iran akan mulai menyadari bahwa mereka tidak siap untuk dikorbankan demi memuaskan ambisi revolusioner dan fanatik para pemimpin mereka," papar Lieberman.

Lawan-lawan politik Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengklaim bahwa kesalahan manajemen perekonomian merupakan penyebab utama krisis mata uang saat ini. Ahmadinejad sendiri menyalahkan sanksi Barat, meskipun berkeras bahwa Iran tidak akan melakukan konsesi terhadap program nuklirnya.

Liebarman meminta pemerintah negara-negara Barat untuk membantu para aktivis oposisi yang bangkit melawan rezim ketika Ahmadinejad terpilih lagi pada 2009, serta tokoh-tokoh penting yang masih berada dalam tahanan rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kali ini, Barat harus membantu gerakan ini, memfasilitasi komunikasinya, memberi dana, dan memobilisasi organisasi internasional seperti Dewan Keamanan PBB, Uni Eropa, dan badan-badan lainnya," ujar Lieberman.

Iran terus menghadapi sanksi keras internasional, yang dipimpin Washington, terkair program nuklirnya. Seperti diketahui, Israel dan sebagian masyarakat internasional percaya Iran program nuklir yang oleh Iran disebut bertujuan damai itu hanya kedok untuk membuat senjata nuklir.

Menurut Israel, Iran yang bersenjata nuklir bisa menjadi bahaya bagi keberadaan negara Yahudi itu dan menyatakan siap melakukan aksi militer untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.